Awalnya Takut Kini Rumah Canih Jadi Basecamp Hewan Reptil dan Ampibi

0 93

Heibogor.com – Tidak banyak orang yang mau menjadikan tempat tinggalnya sebagai tempat penyimpanan satwa reptil dan amfibi. Apalagi satwa yang disimpannya itu berjenis ular.

Namun, anggapan ular sebagai hewan berbahaya mungkin saja akan luruh jika berkunjung ke Kampung Gelonggong RT 03 RW 05, Bojonggede, Kabupaten Bogor. Di tempat ini, akan ditemui sekeluarga yang menjadikan kediamannya sebagai basecamp Ciliwung Herpetarium, pusat kegiatan edukasi dan konservasi satwa reptil dan amfibi.

Sang pemilik rumah, Canih mengaku awalnya takut dengan ular karena dianggap sebagai ancaman dan hewan yang berbahaya. Ibu tiga anak ini menceritakan, awalnya mengetahui tentang dunia reptil dari Richard Ardiwibawa, anak keduanya yang tertarik pada ular. Hal itu, yang menarik perhatian Richard untuk bergabung di Ciliwung Herpetarium yang sebelumnya bernama Ciliwung Reptile Center.

“Awalnya saya larang, karena sebagai orang tua pasti ada rasa takut anaknya kepatuk ular. Karena dulu saya pikir ular itu berbahaya, beracun dan bisa mematikan,” ungkapnya, Minggu (19/7/20).

Meski sudah ditegur, sambung Canih, larangan itu tak menyurutkan hobi sang anak untuk tetap mempelajari ular. Tak hanya Richard, anak ketiganya, Agnes Indah Pertiwi yang merupakan adik Richard diam-diam juga tertarik pada reptil.

Melihat ketertarikan kedua anaknya pada Herpetofauna, membuat Canih terpaksa mendukung hobi anaknya itu. Ia pun mencoba mempelajari dan mengenal satwa-satwa reptil dan amfibi. Khususnya ular karena di wilayahnya lebih banyak menangani ular.

“Supaya ga takut sama ular ya, saya coba belajar mengenal jenis-jenis ular yang berbahaya dan tidak. Termasuk cara penanganan kalau ada ular. Sekarang tak takut. Bahkan, sesekali saya ikut evakuasi ular kalau ada laporan ular masuk rumah atau pemukiman warga,” katanya.

Ia mengatakan, karena rumahnya sering menjadi tempat berkumpul komunitas pecinta reptil, dari itu, di tahun 2015 ia menawarkan kediamannya secara sukarela untuk dijadikan basecamp Ciliwung Herpetarium yakni pusat kegiatan edukasi dan konservasi satwa Herpetofauna yang biasa berkonflik dengan manusia.

“Karena tujuannya sebagai tempat edukasi jadi saya merelakan rumah ini sebagai basecamp. Dengan begitu anaknya bisa termonitor karena teman-temannya dan warga sekitar jadi senang datang ke rumah untuk belajar. Tapi ada juga yang takut datang ke rumah karena tahu ada ular,” ujarnya.

Canih menjelaskan, di rumahnya ada ruang yang dijadikan area belajar, area karantina, area pertunjukan (show) dan rumah sukarelawan. Di sini ada tiga hewan yang di display untuk edukasi yaitu Ular pucuk (Ahaetulla prasina), Kura kura pipi putih (Black marsh turtle/Siebenrockiella crassicollis) dan ikan asli Ciliwung. Sedangkan hewan yang di karantina ada Ular Majapahit (Trimeresurus albolabris), ular terbang (Chrysopelea ornata), ular king cobra, dan sanca batik (Python reticulatus).

Untuk edukasi, lanjutnya, di sini ada perpustakaan, spesimen (satwa mati yang di awetkan), dan signage tentang lingkungan dan satwa sebagai penunjang edukasi bagi anak sekolah, mahasiswa ataupun warga yang datang untuk belajar tentang konservasi khususnya mengenai herpetofauna.

“Edukasi yang kita berikan tentang pengenalan satwa yang ada disekitar kita, pengenalan jenis-jenis ular, pertolongan pertama jika digigit ular, dan mitigasi konflik (cara dan penanganan di luar atau di dalam rumah). Selain lewat media sosial kami mengadakan seminar maupun workshop ke sekolah-sekolah, kampus-kampus, instansi, hingga masyarakat umum untuk mendidik masyarakat tentang konservasi dan meningkatkan kesadaran tentang pelestarian alam,” jelasnya.

Selain menjadi pusat pendidikan dan konservasi, Ciliwung Herpetarium juga membuka layanan rescue (penyelamatan), penampungan (karantina) hingga melepasliarkan satwa ke habitat yang sesuai.

“Sering juga sejumlah keeper dan volunteering dari berbagai negara seperti Australia, Inggris, Belanda, Amerika, Italia, berkunjung kesini. Sebagai bagian dari Yayasan Herpetofauna Indonesia, kami menjalankan herpetarium kecil yang utamanya sebagai fasilitas pendidikan bagi masyarakat. Organisasi ini juga berjalan untuk mendukung individu dan kelompok yang berkontribusi pada herpetologi dan konservasi herpetofauna di Indonesia,” pungkasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.