ASTI Segera Lepas Satwa Langka dari Burung Julang Emas, Merak Hijau dan Kucing Emas

0 76

Heibogor.com – Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Animal Sanctuary Trust Indonesia (ASTI) yang berlokasi di Megamendung, Kabupaten Bogor, dalam waktu dekat akan melepas tiga “jenis” satwa liar dan dilindungi ke alam bebas. Tiga “jenis” satwa tersebut yakni burung Julang Emas, Merak hijau dan Kucing Emas.

Direktur Teknis ASTI, Andy Sean Kindangen mengatakan, bahwa ketiga “jenis” satwa tersebut akan dilepas hanya seberapa dekat waktunya belum dipastikan karena masih menunggu perkembangan lebih lanjut.

Ia menjelaskan, ketiga “jenis” satwa yang akan dilepas tersebut “telah” menjalani masa perawatan yang berbeda beda di ASTI. Burung Julang Emas masuk pada 25 Oktober dan 29 November 2018 dari BKSDA Bogor, telah dirawat di ASTI selama 1.5 tahun. Merak hijau masuk 1 April 2019 dari BKSDA Bogor, telah dirawat di ASTI selama 1 tahun dan Kucing Emas masuk 6 Februari 2019 dari BB Bareskrim.

“Lokasi pelepasan tergantung jenis satwanya. Yang jelas sesuai habitatnya dan itu kita jaga bersama agar tidak diburu lagi,” jelasnya, Rabu (8/7/20).

Andy mengungkapkan, masih banyak satwa-satwa langka yang diburu dan diperjualbelikan secara ilegal. Bahkan ada yang memeliharanya secara diam-diam. Hal itu, bisa dilihat dari selalu meningkatnya jumlah satwa yang masuk dan dirawat di PPS. Jumlah PPS di seluruh Indonesia pun sangat terbatas apalagi untuk satwa jenis tertentu itu tidak sebanding dengan jenis satwa yang ada.

“Meski jumlah PPS ditambah pasti tetap penuh. Karena perburuan liar masih berjalan, jual beli satwa masih ada, lalu kesadaran masyarakat juga masih rendah untuk tidak memelihara atau membeli satwa liar sekaligus langka. Hal itu yang membuat proses penyelamatan satwa liar seperti berputar di tempat,” ungkapnya.

Selain itu, masih banyak satwa di PPS yang belum bisa dilepasliarkan ke alam karena habitat untuk mereka hidup juga semakin berkurang dan terancam hilang. Padahal satwa ini sudah sehat dan siap dilepas. Disisi lain, relokasi ke tempat perawatan atau rehabilitasi yang baru selalu penuh.

“Harapannya supaya kandang ini kosong tidak ada lagi satwa, tidak ada yang berburu, menjual dan memelihara satwa liar secara ilegal. Di sini kami berusaha memerdekakan satwa liar tersebut kembali ke alam bebas. Mari kita sama-sama selamatkan satwa ini,” harapnya.

Sebagai informasi, ASTI ini sudah berjalan sejak 2008 silam dan bermitra dengan Balai “Besar” Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat. Saat ini, terdapat 86 satwa yang dirawat dari berbagai jenis mulai spesies burung, primata, mamalia hingga reptile. Rata-rata satwa ini, didapatkan dari hasil sitaan penyeludupan, sitaan masyarakat atau temuan BKSDA.

Secara prosedur, setelah masuk PPS, satwa tersebut dapat dirawat, direhab, diindukkan, dilepasliarkan atau masuk kebun binatang tergantung kondisi si satwa. Ada empat aktivitas yang dilakukan ASTI. Yang pertama adalah penyelamatan bekerja bersama BKSDA Jabar. Kemudian perawatan satwa sebelum dikembalikan ke alam liar, relokasi untuk satwa yang membutuhkan perhatian khusus serta pelepasliaran.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.