PD Pasar Tohaga Ditunjuk Distribusikan Beras Bansos untuk Rumah Tangga Miskin

0 35

Heibogor.com  – Pendistribusian Bantuan Sosial (bansos) berupa beras dari Bulog Drama pada tahap pertama bagi warga terdampak Covid-19 sebelumnya banyak dikeluhkan kualitas berasnya oleh warga Kabupaten Bogor.

Maka itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor enggan menggandeng Bulog Dramaga untuk pendistribusian beras bandos tahap kedua. Rencananya, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Daerah (PD) Pasar Tohaga dipercaya untuk mendistribusikan 6.000 ton beras untuk 200.000 Rumah Tangga Miskin (RTM).

“Sedang persiapkan, kami ingin lebih lancar dan bagus (kualitas). Pada tahap 2 ini bekerjasama dengan BUMD Pasar Tohaga, penyaluran beras 6000 ton untuk 200.000 RTM. Kita inginkan lewat kualitas bagus harga lebih murah dan tidak ke Bulog,” kata Bupati Bogor, Ade Yasin, Senin (6/7/20).

Di samping itu, ia ingin ada keterlibatan BUMD dalam bantuan sosial penanganan Covid-19. Tahap 1 lalu, 6.000 ton beras telah selesai terdistribusi. Menyisakan 6.000 ton di tahap 2 dan ke 3. Bila pendistribusian dan kualitas pada tahap 2 tetap baik. Besar kemungkinan pada tahap 3 nantinya Pemkab akan kembali menggandeng PD Pasar Tohaga. Pendistribusian sendiri akan dilakukan selama 1 bulan.

”Gantian. Kami ingin BUMD dilibatkan. Saya minta kualitasnya lebih baik dari kemarin. Tak boleh ada lagi temuan raskin, beras berkutu atau berdebu. Kami minta yang bagus. Jangan sampai ada lagi warga mengeluh kualitas beras. Kami minta 1 bulan tahap 2 ini selesai,” ungkapnya.

Beras bansos tahap 2 sendiri diketahui berasal dari petani Bogor asli, kemudian ditambah dari beberapa daerah seperti beras dari Cianjur, Karawang dan Sukabumi hingga Garut. Menurutnya, beras hasil petani lokal Bogor diprediksi belum tentu mencukupi kebutuhan bantuan.

Apabila, ditemukan terdapat kualitas yang kurang baik dalam proses pendistribusian nantinya. Ade menegaskan dapat saja memutus kerjasama dengan BUMD tersebut di tengah jalan ”Campuran dari lokal dan luar. BUMD menyampaikan mereka mengambil beras dari beberapa daerah itu berupa beras baru, bukan beras yang disimpan. Jadi optimis, satu bulan harus selesai, kalau jelek bisa diputus di tengah jalan,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Tohaga, Haris Setiawan mengatakan konsep yang ditawarkan kepada Bupati tak jauh berbeda dengan distribusi tahap pertama. Hanya saja ada konsep agar kualitas beras bisa lebih bagus plus distribusi yang lebih cepat.

“Kami evaluasi dari hal-hal yang ada kemarin itu. Ini belum diputus, kita baru tawarkan konsep. Kita lihat diterima atau nggak oleh bupati. Yang jelas, bagaimana caranya supaya lebih bagus dan lebih cepat,” ujarnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.