Antrean di Stasiun Bogor Mengular, Penumpang Membludak

0 24

Heibogor.com – Di masa Pra adaptasi kebiasaan baru (AKB) antrean penumpang di Stasiun Bogor, pada Senin (6/7/20) pagi terlihat dua kali lebih banyak dari minggu-minggu sebelumnya.

VP Corpcomm PT KCI, Anne Purba membenarkan bahwa sejak pukul 04.30 pagi antrean sudah mulai ramai dan kelihatan ada peningkatan. Berbeda dengan minggu-minggu kemarin yang dari pukul 04.00 pagi antrean masih sekitar gate. “Pagi ini kita prediksi jumlah penumpang sudah lebih dari 12 ribu. Biasanya 12 ribu penumpang itu sampai jam 9.00 atau jam 10.00 pagi kami mengangkut dari Stasiun Bogor,” ungkapnya.

Anne memprediksi minggu ini jumlah penumpang naik 8 persen. “Minggu kemarin kita sudah melayani 400 ribu penumpang atau per harinya 1 sampai 1,1 juta penumpang dari normalnya 22 ribu. Di sini PT KCI menginformasikan belum mengangkut penumpang secara normal yakni 74 orang per kereta,” jelasnya.

Melihat adanya penambahan penumpang yang berdampak makin panjangnya antrean di Stasiun Bogor pihaknya berharap ada kebijakan dan di evaluasi lagi supaya pihaknya bisa bekerja sama mencari solusi agar pengguna commuter line bisa terlayani dengan baik.

“Kita melihat aktivitas sudah mulai aktif kembali di Jakarta atau sebaliknya. Tadi kita sempat menanyakan kepada beberapa penumpang ternyata mereka belum menerapkan pola shifting juga. Meski ada shifting pekerja menginginkan berangkat pagi agar tetap tepat waktu,” terangnya.

Sementara, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengungkapkan, shif kerja tidak berjalan. Walaupun kata Pak Doni Munardo shif kerja sudah berjalan tapi nampaknya kebiasaan berangkatnya pagi tidak berubah.

“Tidak bisa setiap Senin selalu begini penumpang semakin bertambah. Hari ini naiknya terlihat sekali. Mungkin harus di buat satu kebijakan baru dan evaluasi lagi. Kuncinya adalah tingkat kerentanan. Kalau dianggap sudah tidak rentan, gerbong di dalam bisa ditambah kapasitasnya jadi lebih banyak lagi penumpangnya,” kata Bima.

Bima mengatakan, Gubernur Anies Baswedan dan dirinya sepakat akan sering swab di sini jadi tahu tingkat kerentanannya. Kalau kerentanannya bisa dikelola dan resikonya sudah minimal maka gerbong di dalam akan ditambah. “Kuncinya adalah evaluasi total shif kerja sembari kita memastikan tingkat kerentanan di stasiun apakah kapasitas gerbong bisa ditambah,” pungkasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.