Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19 Serukan Inovasi Budidaya Tanaman Organik

0 88

Heibogor.com – Memanfaatkan lahan tidur yang tidak terpakai seluas 250 meter, sekelompok anak muda membuat inovasi kebun organik berbentuk lambang Peace (perdamaian) di wilayah Kelurahan Tegal Lega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Kreativitas dan inovasi yang dibuat itu, dimaksudkan sebagai upaya mempersiapkan ketahanan pangan dan siaga pangan di tengah pandemi Covid-19. Karena itu, kebun ini diberi nama BORAC.19.

Koordinator Program Menanam Kembali, Gema Sastra Nasution menjelaskan, kenapa kebun balai bibit ini dibuat dalam lambang Peace? Itu ada maknanya. Berdasarkan history dan filosofi, lambang peace yang berupa lingkaran dan hurup ND ini, dipakai sebagai simbol Campaign for Nuclear Disarmament (CND) atau Kampanye untuk Pelucutan Senjata Nuklir (CND). Logo ini, dirancang dari kode angkatan laut (semaphore).

“Simbol huruf merupakan kode untuk ND yang berarti Nuclear Disarmament. Tapi ND di sini kita maknai “Nanem Deui” atau menanam kembali. Sedangkan lingkaran yang mengelilingi N dan D bermakna TOTAL. Di samping lambang Peace kita buat juga tulisan HOPE (harapan) yang di dalamnya kita isi juga dengan tanaman,” jelasnya, Selasa (23/6/20).

Kebun balai bibit yang diberi nama BORAC.19 (Bogor Rise Against Corona) ini, sambungnya, dibuat pada bulan Maret 2020 lalu saat maraknya penyebaran pandemi Covid-19. Balai bibit ini, dikelola oleh sekitar 30 anak muda lintas komunitas yang ada di Bogor.

“Agar tidak dianggap hanya eksis di momen Corona ini, maka pada bulan Mei kepanjangan dari nama BORAC.19 kita ganti menjadi *Bogor Respond Antisipation Crisis* bukan lagi Bogor Rise Against Corona. Karena kita ingin usaha ini berkelanjutan terus meskipun bencana wabah Corona sudah selesai,” ungkapnya.

Ia menjabarkan, di kebun ini terdapat cabe rawit, kangkung, caisim, pakcoy, terong ijo, terong ungu, bayam merah, bayam hijau, sawi, seledri, buncis, kacang panjang, dan tomat ceri.

“Selain budidaya, kita juga menyediakan bibit cabe rawit dan benih sayuran untuk dibagikan gratis kepada warga yang ingin bercocok tanam. Kita kasi ke warga 200-250 bibit cabe rawit. Sedangkan benih sayuran kita kasi 1-2 pack. Bebas mau pilih sayuran apapun,” bebernya.

Sedangkan hasil panen dari kebun ini, sambung Gema, sebagian besar dierikan kepada warga yang membutuhkan. “Mereka bisa datang langsung ke kebun saat panen. Jika berminat bercocok tanam kita beri juga edukasi tentang bagaimana menanam secara organik,” tambahnya.

Masih kata Gema, untuk menggaungkan kampanye gerakan menanam kembali, kelompok ini juga membukan jaringan di tiap wilayah yang dinamakan local heros. Saat ini, sudah ada sekitar 30 local heros yang tersebar di Kota dan Kabupaten Bogor.

“Sasaran kita adalah anak-anak muda milenial yang mau menanam. Jadi, mereka kita edukasi dengan harapan ilmu ini bisa diterapkan kepada warga di wilayahnya dengan memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan komunal. Jadi, gerakan ini berkelanjutan,” harapnya.

Ia menegaskan, kampaye utama dari aksi berkebun ini adalah “mari kita berkebun dan menanam kembali”. Jadi, meskipun stay at home, warga atau anak muda tetap produktif. Bahkan kegiatan ini bisa menambah pemasukan untuk kebutuhan hidup.

“Kita pilih bibit cabe karena nilai jual sekali panennya cukup lumayan. Nah, itu bisa jadi uang kas warga. Kita juga sudah menjalin komunikasi dengan pihak Perumda PPJ dan Dinas Pertanian agar produk hasil panen di sini bisa masuk ke pasar ke depannya,” ungkapnya.

“Ini upaya kita membuat ketahanan pangan di tengah kondisi PSBB karena adanya pandemi Covid-19. Jadi, biar di rumah tetap ada kegiatan dan bisa mengisi kantong. Kegiatan ini pun untuk merubah kebiasaan masyarakat yang biasanya menunggu bantuan kini dibalik menjadi mau berbagi lewat hasil panen,” pungkasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.