Jurnalis dan Pewarta Foto Kecam Intimidasi Mitra-10 Saat Peliputan Tes Kesehatan Covid-19

0 66

Heibogor.com – Organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat mengecam keras tindakan intimidasi dan penghapusan file foto secara paksa oleh oknum petugas toko Mitra10 yang dilakukan kepada pewarta foto Radar Bogor (Jawa Pos Group), Sofyansyah pada tanggal 18 Juni 2020 saat meliput Swab Test Covid-19 yang dilaksanakan tim medis Dinas Kesehatan Kota Bogor, Jawa Barat.

Terkait hal tersebut di atas, Ketua PFI Pusat, Reno Esnir mengingatkan bahwa kerja jurnalistik dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Dari itu, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat menyatakan beberapa sikap yakni prihatin dan mengecam serta mengutuk semua tindakan penghalangan, intimidasi, dan penghapusan karya jurnalistik secara paksa oleh petugas Toko Mitra10 Bogor terhadap pewarta foto yang sedang melakukan kegiatan jurnalistik. Mendesak semua pihak untuk tidak melakukan penghalangan, intimidasi, dan penghapusan karya jurnalistik terhadap pewarta foto yang sedang bertugas.

“Kami juga mendesak Toko Mitra10 Bogor untuk menindak tegas oknum petugas yang terlibat dalam intimidasi dan penghapusan karya jurnalistik terhadap pewarta foto untuk diproses seusai ketentuan hukum yang berlaku,” ungkapnya dalam surat keterangan resmi yang dikeluarkan PFI Pusat, Kamis (18/6/20).

Ia juga mendesak kepada pihak Toko Mitra10 untuk memberikan jaminan bahwa tidak akan ada lagi intimidasi, kekerasan, penghapusan karya jurnalistik, dan pelanggaran kode etik jurnalistik terhadap pewarta foto yang sedang bertugas.

“Kami mendesak kepada perusahaan pers untuk melakukan pendampingan dan mengawal kasus tersebut diatas. Tim Hukum dan Advokasi PFI Pusat akan melakukan koordinasi dengan PFI Bogor terkait kasus yang menimpa Sdr. Sofyansyah,” tukasnya.

Selain dari Organisasi PFI, organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor juga turut melayangkan pernyataan sikap kepada pihak Mitra10 yang berlokasi di Jalan KH Sholeh Iskandar, Kota Bogor.

Melalui Ketua Tim Advokasi PWI Kota Bogor, Bagus Harianto mengatakan, PWI Kota Bogor mengecam keras tindakan tersebut. Dugaan adanya Intimidasi, ancaman dan perampasan hasil jurnalistik terhadap wartawan itu jelas mencederai kemerdekaan pers sebagai pilar keempat Demokrasi selain bertentangan dengan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

“Kami mengecam keras dugaan aksi intimidasi, perampasan dan kekerasan verbal yang dilakukan oleh pihak Toko Mitra 10 terhadap salah seorang pewarta foto Radar Bogor mengingat, wartawan dalam menjalankan tugasnya dilindungi UU No 40/1999 tentang Pers. Untuk itu, kami meminta polisi segera menangkap pelaku yang diduga telah mengintimidasi, mengancam dan merampas hasil liputan jurnalistik saudara Sofyansyah untuk diminta keterangannya,” ujarnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.