Musim Nikah’ Langka Saat Pandemi Covid-19

0 64

Heibogor.com – Di tengah pandemi Covid-19 selain berimbas pada penurunan sektor ekonomi, juga berpengaruh terhadap penurunan jumlah pernikahan di Kabupaten Bogor sebanyak 70 persen bila dibandingan dengan data tahun lalu pada periode yang sama.

Tercatat berdasarkan data Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bogor terdapat total 11.331 pasangan yang menikah sejak Januari hingga Mei 2020 dari total 40 Kecamatan. Rinciannya, 2.674 pernikahan pada Januari, 3.122 pernikahan pada Febuari, 3.516 pernikahan pada Maret, 1.922 pernikahan pada April dan 97 pernikahan pada Mei.

Dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama terdapat total 16.090 pernikahan dengan rincian 3.740 pernikahan pada Januari, 3039 pernikahan pada Febuari, 3.696 pernikahan pada Maret, 4.668 pernikahan pada April dan 947 pernikahan pada Mei.

Artinya pernikahan di tengah pandemi Covid-19 tahun ini menurun 70 persen bila dibandingkan tahun lalu. Bila dilihat berdasar jumlah pernikahan per kecamatan, Kecamatan Cibinong merupakan yang tertinggi dengan jumlah 630 pernikahan, disusul Bojonggede dengan 589 pernikahan dan Citereup dengan 472 pernikahan.

Staf Kasi Urusan Agama Islam (Urais) Kemenag Kabupaten Bogor, Entus Hilman mengatakan penurunan angka pernikahan di tengah pandemi sangat wajar. Menurutnya masyarakat patuh akan anjuran pemerintah untuk tidak berkerumun disaat persepsi pernikahan.

“Jika kondisinya pandemi ini bagi saya wajar saja, karena itu tandanya masyarakat manut pada pemerintah. Sekalipun sebenarnya keputusan menunda pernikahan bagi keluarga besar calon pengantin itu adalah keputusan yang berat,” kata Hilman.

Ia menjelaskan pernikahan dapat dilangsungkan dengan dua cara. Langsung mendatangi Kantor Urusan Agama (KUA) di masing-masing kecamatan sampai mendatangkan petugas KUA. Namun, tambahnya, ada juga pernikahan yang masuk kategori luar kantor bila pernikahan dilakukan pada saat luar jam kerja Senin-Jumat meskipun di KUA masing-masing.

“Perlu dicatat pernikahan luar kantor itu bukan berarti dilaksanakan di luar kantor saja, tapi jika dilaksanakan di kantor sekalipun tapi diluar jam kerja, masuk kategori pernikahan luar kantor,” ungkapnya.

Demikian ia menerangkan, tak ada perubahan tarif pernikahan di tengah pandemi dengan hari biasanya.
“Bagi pernikahan di kantor dan di jam kerja Rp. 0,- atau gratis tapi tarif bagi pernikahan luar kantor tetap 600 ribu tak ada perubahan,” jelasnya.

Tercatat sejak bulan Maret hingga Mei 2020 terdapat 769 pernikahan di kantor dan 4.766 pernikahan luar kantor. Dengan rincian bulan Maret pernikahan kantor 405 dan luar kantor 3111, bulan April kantor 318 luar kantor 1604 dan bulan Mei kantor 46 luar kantor 51.

Selain faktor pandemi, menurutnya ada faktor lain yang menyebabkan penurunan jumlah angka pernikahan. “Khusus di bulan Mei itu kebetulan bertepatan dengan Ramadhan, dan memang biasanya pernikahan tidak sebanyak dibulan-bulan lain pada umumnya,” katanya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.