Pedagang Pasar Cibinong “Parno” Bakal Jadi Klaster Covid-19 Meski Belum Jalani Tes Massal

0 67

Heibogor .com- Pasar Cileungsi belakangan menjadi perbincangan karena menjadi klaster penyebaran Covid-19. Hal itu membuat beberapa pedagang pasar lainnya khawatir bila pasar lainnya menjadi klaster baru penyebaran Covid-19, salah satunya adalah para pedagang di Pasar Cibinong.

Salah satu penjual bahan makanan dan sembako di Pasar Cibinong, Rizki mengaku khawatir bila nantinya pasar tempat berjualannya ditemukan kasus positif terlebih menjadi klaster baru lantaran hingga saat ini belum adanya tes massal di pasar tersebut.

“Saya khawatir kalau disini ada yang positif apalagi belum ada rapid test takutnya nanti malah banyak yang udah positif tapi gak tahu,” kata Riski kepada heibogor.com, Kamis (11/6/20).

Serupa dengan Riski, salah satu penjual telur, Devi juga merasa khawatir bilamana di tempatnya berjualan setiap hari ternyata ada yang positif namun tidak diketahui oleh sesama pedagang. Apalagi, kalau positif tersebut tersebar lewat pembeli atau pengunjung pasar.

“Saya juga khawatir banget karena kan di sini belum ada kabar yang positif, sama belum ada tes takutnya sudah ada yang positif tapi kita nggak tahu,” jelas Devi. Meski begitu, keduanya mengaku tetap menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan pihak pengelola pasar agar menekan angka penularan Covid-19 di pasar. “Kita memang juga sudah jaga jarak, pakai masker di depan juga ada hand sanitizer. Tapi tetap aja khawatir karena belum ada tes,” ujarnya.

Di samping itu, keduanya juga siap megikuti aturan pihak pasar bilamana kedepannya terdapat penyebaran Covid-19 di Pasar Cibinong yang membuat pasar ditutup untuk disterilkan. “Kebijakannya kita ikuti pihak pasar saja kalau misalnya ada yang positif terus pasar ditutup, ya kita ikuti tutup juga. Tapi semoga gak ada yang positif cuma khawatir aja sampai sekarang,” pungkas Devi.

Sebelumnya, Direktur PD Pasar Tohaga Haris Setiawan mengatakan agar 29 Pasar Rakyat lainnya di Kabupaten Bogor tidak menjadi Klaster penyebaran Covid-19 seperti di Pasar Cileungsi. Pihaknya akan memperketat protokol kesehatan guna menekan penularan Covid-19 di pasar sekaligus dilakukan patroli rutin lantaran semua pasar yang dikelola Pasar Tohaga kini sudah zona wajib masker.

“Satunya cara kita memperketat protokol kesehatan. Sekarang tak ada toleransi terhadap semua orang yang tidak mengenakan masker. Bila kedapatan tidak pakai masker, akan kita suruh balik dan ada sanksi administrasi,” ungkapnya. Selain meningkatkan protokol kesehatan, pihaknya berencana akan menggelar rapid/swab test dalam waktu dekat agar memastikan pasar lainnya tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19 baru.

“Rencana memang ada rapid/swab tes. Tapi sebetulnya jadwal rapid tes ini menjadi satu pintu oleh Tim Gugus. Kami tidak bisa mengatur jadwal kapan dan dimana. Tim Gugus yang menentukan karena programnya dari Tim Gugus,” pungkasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.