Masyarakat Panik Beredar Pesan Suara 2.800 Napi Bebas, Kalapas Cibinong: Hoaks

0 422

Heibogor.com – Masyarakat dibuat resah belakangan dengan tersebar sebuah pesan suara (voice note) di aplikasi WhatsApp (WA) yang meminta kepada masyarakat Bogor Raya agar waspada karena ribuan narapidana dari dua Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Paledang dan Pondok Rajeg Cibinong akan di bebaskan.

Dalam pesan suara itu disebut ada 2.800 narapidana yang akan dibebaskan sebelum waktunya. Dengan demikian masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya tindak kriminal.

Mulai tanggal 6 dan 7 Mei, Napi yang ada di Lapas Paledang dan di Pondok Rajeg 2.800 akan dikeluarkan belum pada waktunya. Hati-hati sekarang yang di pasar dan di rumah barang-barang seperti motor atau benda berharga lainnya jangan di taruh depan rumah tambah rawan. Sekarang kebutuhan yang lagi keluar banyak yang berbuat lagi kriminal sampaikan ke group atau teman teman yang lain ya,” begitulah isi pesan suara yang tersebar.

Menanggapi hal itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor, Ardian Nova Christiawan menyebut bahwa kabar tersebut bohong (tidak benar alias hoaks).

Ia menjelaskan bila pesan itu sangat tidak tepat, bila dihitung dan dijumlahkan total warga binaan dari kedua lapas tidak mencapai 2.800 atau tidak sesuai dengan yang disebut dalam pesan suara yang beredar.

“Untuk kapasitas Paledang dan Bogor jika dijumlahkan tak sampai 2.800. Daya tampungnya saja gak segitu. Kalo bebasin segitu dari mana lagi 1.700 orang lainnya?,” kata Ardian kepada wartawan saat dihubungi, Selasa (5/5/20) malam.

Ia menyebut bahwa total jumlah warga binaan di lembaga pemasyarakatan Paledang Kota Bogor tidak mencapai ribuan. “Kalau di Paledang yang pasti gak sampai seribu angkanya. Kalau di lapas Cibinong, per hari ini ada 1.139 warga binaan,” jelasnya.

Sehingga, bila ditotal jumlah warga binaan dari kedua lapas tidak mencapai angka 2.800 untuk itu ia memastikan berita itu adalah hoaks. “Jelas hoaks, isinya saja tidak segitu,” kata Ardian.

Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik dan resah. Poin baiknya, kata Ardian, adalah kita semua mesti waspada dan jangan lengah. Ia berharap masyarakat tetap bijaksana dalam menerima informasi.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.