PSBB Diperpanjang, Ade Yasin: Beri Sanksi Berat Biar Kapok 

0 36

Heibogor.com – Sedikitnya 5 daerah penyangga Jakarta yakni Kabupaten/Kota Bogor, Bekasi dan Kota Depok sepakat memperpanjangan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 14 hari ke depan mulai Rabu (29/4/20) lusa.

Keputusan perpanjangan PSBB ini telah disepakati oleh Pemkot Bogor dan Depok, Pemkab dan Pemkot Bekasi, usai 5 kepala daerah mengadakan rapat koordinasi di Pendopo Bupati, Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (26/4/20) kemarin.

Dalam perpanjangan masa PSBB, Ade berharap agar Pemerintah Pusat dapat memberikan kewenangan kepada masing-masing kepala daerah dalam menerapkan sanksi tegas. Termasuk terhadap perusahaan dan kantor yang masih buka selama penerapan PSBB.

“Sanksi terhadap kantor dan perusahaan yang masih buka. Karena tidak mengindahkan PSBB. Sanksinya dalam bentuk seperti teguran atau penyegelan,” kata Ade usai rapat evaluasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Pendopo Bupati, Senin (27/4/20).

Hal ini meyusul catatan evaluasi dari 5 kepala daerah yang menganggap kebijakan PSBB masih dinilai setengah-setengah, karena muatan peraturannya masih tumpang tindih dengan Peraturan dari Kementerian, seperti Kemenhub dan Kementerian Perindustrian.

Mereka mencontohkan, terkait dengan masih banyaknya Pabrik yang beroperasi karena berpatokan kepada Peraturan Kementerian Perindustrian sehingga Peraturan Kepala Daerah tidak berlaku.

“PSBB yang telah dilakukan di wilayah Bodebek berjalan kurang efektif, karena beberapa hal seperti rendahnya kesadaran masyarakat, aturan hukum yang tidak jelas, kontradiktif antara regulasi yang dikeluarkan Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat,” jelas Ade dalam keterangan tertulis hasil evaluasi PSBB bersama 5 kepala daerah.

Untuk itu, baik Ade dan 4 kepala daerah penyangga Jakarta lainnya sepakat meminta kewenangan kepada Pemerintah Pusat terkait sanksi tegas bagi pelanggar PSBB.

“Dengan ketegasan ini kami berharap bisa lebih membangun kedisiplinan masyarakat. Jika hanya pemberian surat peringatan kami rasa tidak akan cukup. Oleh karena itu kami ingin ada sanksi yang lebih berat, supaya tak mengulangi dan kapok,” tandasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.