Pelaku Usaha Proyek Pengadaan dan Kontruksi Resah Pekerjaan Ditiadakan Akibat Pandemi Covid-19

0 157

Heibogor.com – Pelaku usaha bidang konstruksi yang biasa mendapat pekerjaan dengan didanai oleh APBD Kota Bogor menyampaikan kegelisahannya terkait kondisi saat ini. Ditambah lagi adanya surat tentang penghentian pengadaan barang dan jasa karena kebijakan pemerintah yang ditujukan ke OPD dengan ditandatangani oleh Sekda Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat.

Wakil Ketua Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bogor Bidang Konstruksi, Agus Lukman mengatakan, dalam surat tersebut tertulis dalam menangani pandemi Covid-19, maka semua hal yang berkaitan dengan proyek baik itu konstruksi, pengadaan serta konsultan ditiadakan. Pekerjaan yang sudah lelang pun dari tujuh paket hampir setengahnya dibatalkan. Kemudian yang telah dikerjakan tidak bisa dibayarkan karena uangnya tidak ada.

“Jelas ini membingungkan atau membuat galau kami sebagai pelaku usaha. Apakah benar semua proyek mulai yang lelang sampai penunjukan langsung ditiadakan,” tanyanya, Rabu (22/4/20).

Ditambah lagi, sambungnya, ada edaran terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), untuk bidang jasa konstruksi masih diperbolehkan beroperasional. Artinya, kenapa ada surat penghentian semua proyek jika kantor di bidang konstruksi masih bisa buka. Menurut Agus, seharusnya ada opsi dari Pemkot Bogor yang bisa membantu pelaku usaha di bidang konstruksi ini, karena jika didiamkan seperti ini akan menjadi bom waktu di kemudian hari.

“Apa tidak dipikirkan sebelum mengeluarkan surat edaran itu? Bagaimana nasib pekerja lapangan dan karyawan yang tergabung dalam perusahaan yang ada di belasan asosiasi yang menjadi anggota Kadin ini. Tentunya kita juga terdampak dan bakal muncul ribuan pengangguran yang baru,” ungkapnya.

Sementara, perwakilan Satgas Kadin Tumpal Panjaitan menambahkan, sebaiknya pemkot tidak menghilangkan sama sekali paket proyek yang sudah direncanakan. Bisa saja, ribuan pekerjaann yang sifatnya penunjukan langsung (PL) masih bisa dikerjakan.

Konkritnya, sambung Tumpal, pekerjaan itu bisa dilakukan secara padat karya dengan melibatkan warga Kota Bogor dalam menyelesaikan proyek-proyeknya. Atau langkah lainnya, semua pekerjaan menjadi pekerjaan multi years. “Kita memang belum tahu kapan wabah ini selesai. Sehingga, alangkah baiknya semua paket bisa dikerjakan secara multi years,” ujarnya.

Anggota Satgas Kadin lainnya, Muslimin berharap, ada keberpihakan pemkot dengan menyiapkan stimulus kepada pengusaha jasa konstruksi di Kota Bogor di tengah kondisi seperti ini. Jika melihat di pusat, maka paket proyek di kementerian tetap berjalan meski waktunya kadang mundur sedikit. Hal ini tentu menjadi harapan jajaran Kadin juga dimana Pemkot Bogor tidak serta merta menggagalkan semua paket proyek yang ada.

“Kami mendukung langkah pemkot dalam penanganan pandemi ini. Hanya saja, jangan seperti ini. Semoga dalam waktu dekat, Kadin atau perwakilannya berharap bisa duduk bersama dengan Wali Kota Bogor atau wakilnya dalam menyikapi kegelisahan para pengusaha ini,” pungkasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.