Residivis Kasus Penipuan Bisnis Tiket Pesawat Fiktif Divonis 5 Tahun Penjara

0 97

Heibogor.com – Terdakwa kasus penipuan bisnis tiketing fiktif, Riska Mawarsari divonis 5,4 tahun penjara oleh ketua majelis hakim dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kota Bogor, Selasa (21/4/20) kemarin.

Dalam putusannya Ketua Majelis Hakim, Ridwan membacakan keadaan-keadaan memberatkan antara lain terdakwa mengulangi tindak pidana pada saat menjalani pembebasan bersyarat.

Selain itu, terdakwa juga mengulangi perbuatan residivis, terdakwa tidak memiliki itikad baik untuk mengembalikan kerugian yang diderita korban Roesman Koeshendarto sebesar Rp9.749.114.200.00 dan terdakwa berbelit-belit memberikan keterangan di persidangan.

“Dari itu, majelis hakim menyatakan bahwa terdakwa Riska Mawarsari binti Ruswandi telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan. Oleh karena itu, majelis hakim menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 5,4 tahun. Kita pun memerintahkan terdakwa untuk ditahan,” katanya.

Selanjutnya majelis hakim memberi kesempatan selama seminggu kepada terdakwa untuk pikir-pikir, mengajukan banding atau menerima semua putusan. Dan terdakwa memilih mikir-mikir.

Disisi lain, kuasa hukum Koeshendarto, Khusnul Naim mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada PN Bogor dan mengaku sangat puas dengan putusan tersebut. “Kami memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada PN Bogor dalam hal ini ketua majelis hakim, karena putusanya lebih berat dari JPU yakni 5,4 penjara,” kata Khusnul di dampingi pengacara satu timnya Tri Widiastuti.

Menurutnya, hal tersebut adalah pasal pidana tunggal dimana dakwaanya adalah 378 dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dengan pertimbangan pemberatan karena pertama, terdakwa adalah residivis. Kedua, mengulangi perbuatan pada saat menjalani masa bebas bersyarat sehingga majelis hakim menjatuhkan hukuman 5,4 penjara dan itu lebih berat dari tuntutan JPU.

Menyikapi pilihan terdakwa untuk mikir-mikir terkait hasil keputusan majelis hakim, Khusnul mengaku, kalaupun nanti ada upaya-upaya hukum lainnya mulai banding hingga kasasi dia berjanji akan terus mengawal hingga inkrah. “Kami akan tetap memantau dan mengawal hingga inkrah,” tandas pengacara berkacamata itu.

Di tempat yang sama Roesman Koeshendarto yang menjadi korban dalam perkara tersebut mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi terhadap majelis hakim dan jaksa penuntut umum. “Ya, karena sudah melihat dan nelaah secara detail terhadap kasus penipuan yang dilakukan oleh Riska Mawarsari dengan memberikan keputusan yang terbaik dalam putusan ini,” ucap Mas Koes sapaan akrabnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.