PKL Jalan Pedati dan Lawang Saketeng Ogah Pindah Lapak, Minta Waktu ke Pasar Pakuan Jaya

Jelang Puasa dan Lebaran Butuh Pemasukan Lebih

0 155

Heibogor.com – Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) Lawang Saketeng dan Jalan Pedati membubarkan diri atau walk out saat dilakukan rapat sosialisasi di aula Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah, Jumat (28/2/20). Aksi walk out terjadi saat pihak Pemkot Bogor dan Perumda Pasar Pakuan Jaya menyampaikan rencana sosialisasi ke 2 dalam rangka relokasi 696 pedagang ke Pasar Bogor tanggal 6 Maret 2020.

Namun, di tengah acara, pedagang langsung membubarkan diri meninggalkan aula kelurahan sambil berteriak menolak rencana relokasi dari Pemkot Bogor. Salah seorang perwakilan pedagang Uji Syam mengatakan, seluruh pedagang Lawang Saketeng dan Jalan Pedati menolak relokasi tanggal 6 Maret. Alasannya sudah disampaikan beberapa kali kepada pihak Pemkot Bogor. “Kami minta agar waktu relokasi ditangguhkan sampai lebaran. Itu sangat realistis melihat situasi kondisi saat ini,” ujarnya.

Uji meneruskan, sebentar lagi akan menghadapi bulan puasa dan tahun ajaran baru, sehingga semuanya juga membutuhkan anggaran dan keuangan. Kalau sekarang harus pindah, maka pedagang akan merugi. “Apakah pihak Pemkot Bogor mau bertanggung jawab atas kerugian yang dialami pedagang?,” tanyanya.

Senada, kordinator pedagang, Irpan Efendi mengatakan, sesuai dengan kesepakatan bersama seluruh pedagang, untuk relokasi minta dimundurkan hingga lebaran. Ini menyangkut soal nasib pedagang yang harus diperjuangkan menjelang bulan puasa maupun kebutuhan mendesak lainnya. Ketika pedagang dipindahkan, belum tentu langsung normal seperti biasanya, artinya pendapatan pedagang belum jelas kalau dipindahkan.

“Apa Pemkot Bogor mau bertanggung jawab ketika pedagang sepi dan tidak laku jualannya di tempat yang baru. Kami minta waktu mundur sampai lebaran itu sangat realiastis, demi kelangsungan kehidupan pedagang,” tegasnya. Sementara, Dirut Perumda PPJ Muzakkir mengatakan, pihaknya tetap melanjutkan program yang sudah dijadwalkan yaitu eksekusi relokasi pada tanggal 6 Maret 2020. “Program tetap kita jalankan untuk relokasi nanti,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa PPPJ lebih fokus  merapihkan tempat untuk mempersiapkan lokasi bagi pedagang. Sebelum direlokasi tanggal 6, sehari sebelumnya akan dilakukan pengocokan lapak. “Kita berharap semua pedagang akan mendapatkan masing-masing lapaknya, tetapi saat ini baru 400 an pedagang tertampung, sisanya bisa bergiliran sistem shif antara pedagang malam dan siang,” jelasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.