Ade Yasin Kebut Pembangunan Hunian Tetap Korban Bencana Sukajaya

0 61

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com  – Bupati Bogor, Ade Yasin tengah fokus dalam upaya mengejar waktu terealisasinya hunian tentap (huntap) sebelum masuknya bulan puasa pada April mendatang. Sekitar 2000 huntap untuk korban terdampak bencana Bogor Barat akan segera terlaksana, hanya saja ia mengaku terlebih dahulu huntap akan dibangun di tanah yang kondisinya sudah dinyatakan aman dari hasil kajian tim Geologi.

“Huntap akan bangun di tanah yang aman terlebih dahulu di beberapa desa,” kata Ade Yasin, Jumat (14/2/20). Ade mengaku, pihaknya tengah menyelesaikan beberapa prosedur yang sedang di kebut hingga selesai. Sebelum nantinya masuk ke tahap pembersihan lahan (land clearing) untuk area huntap. Selain itu, ia juga melakukan pemantauan soal huntap setiap harinya untuk mempercepat pembangunan huntap bagi korban terdampak bencana.

Hingga kini dari total 81,7 hektare lahan relokasi huntap yang sudah disiapkan di 3 lokasi berbeda hanya 10 persen yang sudah ditetapkan untuk lahan pembangunan huntap karena sudah dinyatakan aman dari hasil kajian tim geologi. “Lainnya, masih dalam kajian oleh tim geologi,” tambahnya.

Dalam menyelesaikan pembangunan huntap sebelum masuknya bulan puasa, Ade mengatakan akan taat mengikuti berbagai langkah prosedur sejak masa transisi bencana hingga masa rekonstruksi nantinya. Masa transisi tersebut terhitung sejak berakhirnya masa tanggap darurat 31 Januari lalu hingga Maret mendatang. “Nah, dari Maret ada masa rekonstruksi, dimana di rekonstruksi ini baru bisa di bangun huntapnya,” ungkapnya.

Meski demikian, Ade menargetkan paling tidak dalam masa transisi kini pihaknya bisa melakukan land clearing terlebih dahulu. Agar meyakinkan bahwa pihaknya serius dalam melaksanakan pembangunan huntap. “Mudah-mudahan saja semuanya bisa cepat sesuai aturan, saya berusaha selalu. Inginnya kita cepat selesai, tapi ada aturan yang harus kita tempuh dahulu,” kata Ade.

Sebelumnya, dalam rapat koordinasi pasca bencana dengan beberapa intansi terkait seperti Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Geologi, Bappedalitbang, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Jabar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ditemukan kajian ilmiah bahwa separuh dari lahan calon relokasi berada di zona merah atau zona rawan bencana.

“Dibantu oleh teman-teman BIG dan badan geologi dari 14 titik itu kita overlay dengan peta multirawan. Hasilnya dari 14 itu separuhnya masuk ke zona merah,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah, Rabu (5/2/20) lalu.

Tinggalkan Balasan