Ritual Ayak Abu Vihara Pan Ko Bhio Dipercaya Bersihkan Diri Tahun Baru Imlek

0 70

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Vihara Maha Brahma, Phan Ko Bio yang terletak di Pulo Geulis, Babakan Pasar, Bogor Tengah, mulai melakukan bebersih untuk menyambut hari raya Imlek 2571 pada 8 Februari mendatang. Ritual yang dilakukan yakni ayak abu yaitu kegiatan membersihkan abu di tempat pembakaran hio atau hiolo.

Abraham Halim salah satu tokoh setempat mengatakan, ayak abu umumnya dilakukan satu minggu menjelang imlek atau orang Tionghoa bilang setelah tanggal 24 bulan 12 tahun imlek. Yang dilakukan hari ini adalah mengadakan bersih-bersih hiolo atau tempat abu menancapkan hio yang dibakar. Hiolo ini, menampung sisa-sisa bakaran hio yang sudah setahun menumpuk.

“Jadi, di abu ini banyak sisa batang hio dan abu-abu bekas bakaran hio. Itu yang kita bersihkan. Abunya diayak dibersihkan nanti setelah bersih abu dimasukkan kembali pada hiolo semula,” jelasnya, Minggu (19/1/2020).

Pria yang akrab dipanggil Bram ini menuturkan, tidak ada tujuan spesifik dari pembersihan ini. Namun tradisinya memang dilakukan setiap tahun untuk menyambut tamu dari mana saja yang ingin berkunjung dan beribadah ke vihara. Sehingga suasana tahun baru Imlek terasa lebih nyaman dan bersih. Pasca pembersihan abu, satu hari setelahnya dilakukan mandi rupang atau kimsin dan bersih altar yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada hari Selasa (21/1/20).

“Maksud dari pembersihan abu dan patung-patung ini adalah perumpamaan pembersihan diri dalam menghadapi tahun baru Imlek 2571. Sehingga diharapkan tahun depan, warga klenteng lebih baik lagi menghadapi masa depannya,” imbuhnya.

Ia menambahkan, yang unik di Phan Ko Bio, Pulo Geulis ini, yang mengayak abu bukan dari umat Tionghoa saja tapi dibantu umat muslim dan umat lainnya. Jadi semua ikut membantu. Inilah kebersamaan di tempat ini.

“Siapa saja bisa ikut membersihkan ayak abu maupun mandi rupang yang ada di vihara. Baik pengurus, pegawai, umat Tionghoa maupun warga lain yang mau ikut bantu, silahkan. Di sini juga nanti ada 8-12 stand kuliner asli buatan warga Pulo Geulis yang bisa dinikmati warga bersama sama. Itulah pluralisme di tempat ini,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan