Warga Tionghoa Bersihkan Altar dan Patung Dewa Dewi Sambut Imlek

0 101

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Menyambut hari raya Imlek 2571 yang jatuh pada 8 Februari mendatang, warga Tionghoa melakukan bebersih altar dan patung dewa-dewi (mandi rupang/kimsin) di Vihara Dhanagun, Jalan Suryakancana, Kota Bogor, Minggu (19/1/20).

Sedari pagi, warga Tionghoa dari wilayah sekitar dan dari luar berdatangan ke Vihara Dhanagun. Terlihat pula sejumlah komunitas ikut di kegiatan ini. Satu per satu bergerak menyiapkan alat-alat bebersih seperti kuas-kuas kecil, handuk kecil dan air dalam ember. Tanpa komando lagi, mereka mulai mengambil rupang atau patung dewa-dewi dari altar dan membersihkannya dengan perlahan dan teliti.

Ketua Yayasan Vihara Dhanagun, Franky Sibald mengatakan, kegiatan memandikan rupang rutin dilakukan setiap tahun. Ritual itu dilakukan setelah tanggal 24 penanggalan lunar, atau sepekan sebelum Imlek.

“Dalam waktu tiga hari biasanya diberikan kesempatan untuk bersih-bersih altar dan rupang. Hal ini dilakukan agar saat Imlek vihara dalam keadaan bersih,” ujar Franky.

Dia menjelaskan, ada sekitar 50 rupang yang dimandikan. Warga Tionghoa percaya, ritual mandi rupang dilakukan saat seluruh roh patung dalam keadaan kosong, dengan cara membasuh patung dengan air yang dicampur bunga mawar, melati, gading dan minyak cendana.

“Patung yang dibersihkan adalah patung Hok Tek Tjeng Sin, Kwan Im Po Sat, dan Kwan Seng Tek Kun dari ruang utama. Sementara dari ruang naga hijau yakni patung Tee Tjung Ong Pho dan dari ruang macan putih ada patung How Ciong Kun dan Kong Tek Tjun Ong. Mereka dianggap sebagai dewa dan dewi berkedudukan tinggi,” jelasnya.

Fankie menambahkan, sebelum melakukan ritual, umat Tridharma diwajibkan untuk melakukan sembahyang dan menyucikan diri. Sebab, menurut kepercayaan umat Tridharma, di dalam patung tersebut diyakini bersemayam roh dewa-dewi yang sangat suci. Tetapi menjelang perayaan Imlek, roh para dewa-dewi meninggalkan patung.

“Pada saat itulah waktu yang tepat untuk membersihkannya. Sembahyang yang dilakukan sebelum pembersihan bertujuan memohon berkah keselamatan. Sementara sembahyang setelah selesai pembersihan, untuk memberitahukan bahwa pembersihan sudah selesai,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan