Alun-alun Empang Segera Dipercantik, Dilengkapi Food Court dan Tempat Parkir

0 78

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Dalam waktu dekat alun-alun Empang di tahun ini akan ditata oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat meninjau alun-alun Empang didampingi Camat Bogor Selatan, dan Lurah Empang, Jumat (17/01/20).

Dari hasil pertemuan semua pihak terkait sepakat untuk merevitalisasi alun alun Empang dalam rangka mengembalikan fungsinya sebagai ruang terbuka hijau. Adapun para pihak terkait yang dimaksud adalah pengurus Yayasan At-Thohiriyah, PT. Dian Graha Afiah pengelola Rumah Sakit Ummi Bogor, DKM Masjid Agung Empang dan pihak lainnya. Semua pihak kata Dedie menerima usulan Pemkot Bogor untuk duduk kembali bersama dalam membahas rencana revitalisasi alun-alun Empang.

“Ini tidak terlepas dari ikhtiar kami dan semua pihak terkait dalam menjalin komunikasi dan mempertemukan semua pihak terkait yang tidak pernah bertemu untuk membahas rencana penataan ulang kawasan Empang. Jadi, nanti dimulai dari alun alun Empang sebagai langkah awalnya,” kata Dedie.

Proses revitalisasi diperkirakan memakan waktu selama 6 – 7 bulan yang akan diawali penandatanganan perjanjian kerjasama para pihak dan peletakan batu pertama pada 31 Januari 2020 oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Adapun anggaran yang digunakan berasal dari PT. Dian Graha Afiah, sebagai salah satu bentuk CSR dari Rumah Sakit Ummi Bogor. Nantinya di atas lahan tersebut akan dibangun fasilitas publik berupa lahan parkir kendaraan, sarana UKM, sarana untuk memfasilitasi para penjual daging yang sudah berjualan puluhan tahun, food court, sarana olahraga dan yang lainnya.

“Nantinya di trotoar tidak boleh lagi digunakan PKL untuk berjualan, semuanya kita atur dan direlokasi ke dalam,” ujar Dedie.

Disinggung fungsinya, Dedie mengatakan, alun-alun Empang lebih diarahkan untuk estetika Kota Bogor bukan khusus untuk kegiatan keagamaan saja. Namun dapat digunakan untuk kegiatan sosial warga, salah satunya senam kesehatan.

Ke depan alun-alun ini akan terkoneksi dengan kawasan Otista dan Suryakencana. Untuk konsep yang digunakan kata Dedie, tidak menutup kemungkinan adanya penolakan dari warga setempat. Untuk itu, semua pihak akan diajak berdiskusi dan dilibatkan dalam prosesnya nanti. “Secara bertahap, ornamen estetik yang ada tentu akan dipikirkan juga,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan