Gangguan Penglihatan Mata Minus pada Anak Dipengaruhi Gadget dan Baca Jarak Dekat

0 81

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Gangguan penglihatan mata tidak hanya diderita oleh orang dewasa saja tapi juga anak-anak di usia muda. Banyak faktor yang menyebabkan anak-anak di usia dini mengalami gangguan penglihatan. Dikatakan oleh dokter spesilis mata dr Kalqin Alimi Qomara, beberapa faktor yang bisa menyebabkan gangguan penglihatan pada anak-anak di usia dini yaitu handphone, gadget, laptop, yang sudah diberi sedini mungkin oleh orangtuanya.

“Anak-anak itu kan kalau melihat gadget selalu didekatkan ke muka sehingga jaraknya terlalu dekat. Padahal itu ngga boleh dan lama kelamaan akan mempengaruhi fokus penglihatan anak. Jadi, kebiasaan membaca dari dekat tertanam sejak kecil,” ungkapnya.

Kemudian tidurnya terlalu malam, nafsu makan jadi berkurang terutama makanan yang bervitamin dari sayuran dan buah juga berkurang. 90 persennya itu dari membaca terlalu dekat dan pemakaian gadget sejak kecil. Sedangkan 10 persennya dari faktor keturunan tapi cuma sedikit.

“Anak-anak sekarang itu banyaknya mata minus. Pelajar yang pakai kacamata itu minus. Kadang-kadang walaupun mereka ngga lihat hp atau komputer, bacanya dia dekat kurang dari 30 cm ditambah penerangannya kurang,” terangnya.

Ia menyarankan dari kecil anak-anak jangan dikasi gadget. Kecuali sudah memasuki usia 18 tahun ke atas. Kemudian biasakan membaca di meja belajar di jarakin membacanya 30 cm dan kasih penerangan yang baik. Lalu setiap satu jam atau setengah jam istirahat matanya. Dan ngga boleh sambil tidur juga kalau membaca.

Ia menegaskan, mata minus tidak bisa disembuhkan. Paling tidak dipertahankan minusnya. Kalau dia masih anak-anak bisa seakan akan berkurang tapi tidak bisa hilang sama sekali kalau sudah minusnya tinggi.

“Kalau mata sudah minus jadi harus pakai kacamata. Kalau tidak terbiasa atau melihat teman-temannya tidak pakai kacamata anak kan bisa jadi minder. Apalagi kalau minusnya tinggi. Yang lain kacamatanya tipis, dia sendiri yang tebal. Itu kan bisa mempengaruhi psikologi anak juga,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan