Dishub Harus Kerja Keras Atasi Macet Mall Boxies 123

0 80

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menugaskan jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor untuk melakukan observasi selama satu minggu ke depan untuk mengecek dan mempelajari bangkitan kemacetan yang disebabkan beroperasinya Mall Boxies 123 Tajur.

“Saya instruksikan kepada Dishub untuk melakukan observasi lalu lintas serta penataan kawasan Tajur. Apakah diperlukan perluasan jalan? Apakah perlu lampu stopan, atau perlu pengaturan tata ruang?,” ujar Bima kepada wartawan.

Observasi tersebut, lanjut Bima untuk mengecek beberapa titik kemacetan yang harus diantispasi di sepanjang jalan Tajur. “Boxies, Kuntum dan ke depan ada Transmart itu harus kita antispasi semuanya,” kata dia.

Bima menambahkan, secara tata ruang pembangunan mal tersebut memang diperbolehkan, tapi kalau menimbulkan kemacetan, amdal lalinnya harus dikaji kembali. “Amdal lalinnya kan dari Kementerian dan memang seperti itu aturannya,” ungkap Bima.

Bima juga meminta observasi di lapangan dilakukan dengan full tim dari Dishub. Setelah itu, dirinya akan meminta rekomendasinya serta mempelajari peta situasi di lapangan seperti apa.

“Nanti saya akan minta rekomendasinya dari Dishub, mempelajari peta situasinya seperti apa, akses jalan yang diperlukan seperti apa, apakah perlu perubahan jalan atau perlu akses alternatif,” bebernya.

Terpisah, Kepala Dishub Kota Bogor, Eko Prabowo berjanji akan melaksanakan instruksi Walikota tersebut. “Kita siap melaksanakan instruksi pak Walikota yang menyuruh petugas stanby selama 24 jam dalam jangka waktu seminggu. Nanti petugas akan melakukan observasi kemacetan hingga bisa dilaporkan di jam berapa saja terjadi puncak kemacetan. Kemudian apa solusi dari kita untuk mengurai kemacetan tersebut,” imbuh Eko.

Kemacetan parah yang disebabkan Mall Boxies tersebut selain dikeluhkan warga pengguna jalan yang melintas di Jalan Raya Tajur juga mendapat respon keras dari warganet di media sosial sejumlah elemen masyarakat salah satunya dari Forum Kajian Mahasiswa (Forkam).

Diketahui sebelumnya, mahasiswa dari Forum Kajian Mahasiswa (Forkam) melakukan aksi demo di depan mall Boxies Jalan Raya Tajur, pada Selasa (14/1/20) kemarin. Di aksi itu, Irwan Kurniawan selaku kordinator lapangan mengatakan, sejak mall berkonsep indoor outbond (inbound) ini diresmikan empat hari lalu, sepanjang Jalan Raya Tajur ini, menjadi macet. Selain itu, permasalahan lainnya terkait ambruknya tembok pembatas yang menimpa rumah warga. Dari itu, pihaknya mempertanyakan soal Amdal Lalin dan perizinan Mall Boxies. Apakah pembangunan tersebut telah sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bogor tahun 2011-2031

“Ini yang ingin kami sampaikan kepada pemerintah agar mengevaluasi kembali perizinan pembangunan hingga perizinan amdal lalulintas,” ucapnya.

Ia membeberkan, ada dua dampak dari adanya mall ini. Pertama, kemacetan. Kedua, dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan para pedagang tradisional disekitar lokasi mall.

“Pemerintah harus tegas dalam menyikapi permasalahan ini. Kalau permasalahan ini tidak ada perubahan pasca kami aksi, kami akan melakukan aksi yang lebih besar lagi dengan masyarakat atau dengan elemen mahasiswa lainnya sampai tuntutan kami yakni evaluasi perizinan dan analisa sosial masyarakat diprioritaskan,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan