Dari Iseng Ikut Komunitas Barberhood, Ovi Kini Piawai Cukur Rambut Kaum Adam

0 56

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Tangannya piawai memainkan alat cukur, tatapannya fokus ke rambut pelanggan yang akan dimodifikasi. Adalah Ovi, menjadi satu-satunya barber girl yang ikut di aksi kemanusiaan mencukur rambut untuk korban bencana alam yang digelar oleh Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Bogor Raya bekerjasama dengan Bogor Barberhood, Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Pemkot Bogor, di teras Balai Kota Bogor pada Rabu (8/1/2020). Kehadiran Ovi pun menjadi perhatian karena tak biasanya pria dewasa dicukur oleh seorang wanita.

Di acara itu, Ovi mencukur rambut Dirut Perumda BPR Bank Kota Bogor, Ibrahim. Usai mencukur, Ovi mengatakan, aksi sosial seperti ini bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya, ia yang bergabung di Bogor Barberhood pernah menggelar aksi serupa untuk korban bencana di Palu, Donggala.

“Untuk tahun ini, kita bekerja sama dengan ACT dan IJTI Korda Bogor Raya. Tujuannya menggalang dana untuk disumbangkan kepada korban bencana alam di Kota dan Kabupaten Bogor,” ucapnya.

Ovi mengatakan, sudah menggeluti profesi barber girl ini selama tiga tahun. Kesehariannya, ia menjalankan usaha barbershop bersama partnernya di daerah Kedunghalang. Di barbershop khusus pria dewasa dan anak-anak itu, ia menjadi terbiasa dan mahir mencukur rambut pria.

“Saya lebih sering motong rambut pria dewasa. Saya melihatnya lebih kepada bisnisnya. Kalau laki-laki kan dia continue. Dua minggu atau sebulan sekali dia pasti datang lagi. Jadi, sudah menjadi rutinitas pria potong pendek. Tarifnya Rp25 ribu untuk semua kalangan,” bebernya.

Ia mengungkapkan, ada tantangan tersendiri memotong rambut pria. Di sini ia dituntut menguasai tehnik memotong dengan menggunakan mesin. Ini yang membedakan dengan wanita. Karena biasanya rambut wanita itu hanya perawatan saja. Dua atau tiga bulan baru dia potong

“Kalau dulu saya berpikiran memotong rambut pria itu gampang. Ternyata lebih sulit dibanding motong rambut wanita. Karena dia pakai tehnik mesin. Di situ saya lebih tertantang pengen nyobain,” ungkapnya.

Untuk mengikuti perkembangan model potongan rambut, Ovi mengungkapkan, komunitas Bogor Barberhood secara rutin setiap sebulan sekali menggelar kopdar sharing sesion tentang pengenalan model. Di samping itu, untuk meningkatkan skill juga sering diadakan kompetisi antar barbershop.

“Selama ini, belum ada konsumen yang komplen. Paling suka ada konsumen yang ngga mau dicukur sama saya. Kan di shop itu, saya berpartner dengan cwo. Jadi, kalau ngga mau dipotong oleh saya dialihkan ke partnernya. Kalau sudah biasa dipotong oleh saya ya sudah biasa,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan