Dishub Siap Berlari Perbaiki Program Penataan Transportasi

0 141

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Eko Prabowo mengatakan, jajarannya akan segera merapatkan barisan untuk melengkapi dan menyempurnakan apa yang telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya sehingga menjadi lebih baik dan lebih meningkat.

“Dengan kekuatan yang ada, minggu-minggu ini, Dinas Perhubungan Kota Bogor akan coba menindaklanjuti arahan yang disampaikan Pak Wali Kota,” katanya usai Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah dengan jajaran Dishub di Kantor Dinas Perhubungan, Jalan Raya Tajur, Senin (6/1/20) kemarin.

Dalam rapat itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya meminta Dishub membuat berbagai akselerasi dalam menyukseskan program penataan transportasi, seperti konversi dan rerouting angkot, persiapan trem serta program lainnya dalam upaya mengurai kemacetan.

Bima Arya menuturkan, akselerasi yang akan dilakukan dilengkapi sedikit modifikasi pada beberapa aspek, mulai dari timeline, kemitraan dengan pihak ketiga dan yang lainnya. Akselerasi dilakukan dalam rangka evaluasi total terhadap program dan kegiatan Dishub Kota Bogor lima tahun ke belakang dan program-program ke depan.

Menurut Bima, ada beberapa faktor yang menjadi kendala tidak maksimalnya program Dishub Kota Bogor, di antaranya pemahaman dan penguasaan konsep, pola komunikasi dan sosialisasi, serta membangun jaringan.

“Jadi, konsep yang ada harus bisa dipahami secara baik oleh semua dan disosialisasikan dengan baik dan efektif. Sosialisasi bukan hanya pada perencanaan dan apa yang sudah dianggarkan, karenanya diperlukan strategi komunikasi. Semua keberhasilan transportasi di wilayah lain karena lincah dalam membangun jaringan, berkomunikasi dan sosialisasi dengan semua pihak. Contoh sosialisasi yang baik adalah saat pelaksanaan Sistem Satu Arah (SSA),” kata Bima Arya.

Bima pun memberikan arahan secara khusus kepada jajaran Dishub Kota Bogor, seperti konsistensi tupoksi penempatan dan formasi petugas dalam mengurai kemacetan, utamanya di titik persoalan kemacetan, seperti di pintu Kebun Raya Bogor, MA Salmun, Paledang atau di Pasar Anyar. “Saya minta itu jadi fokus tim,” tegas Bima Arya.

Menyinggung rencana pengoperasian trem, Bima Arya menuturkan, Pemkot Bogor akan membentuk task force (gugus tugas) yang secara langsung dipimpin Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim untuk melakukan kajian, di luar kajian yang dilakukan Colas Group Indonesia.

Di samping itu, ia juga meminta Dishub Kota Bogor segera melakukan konsolidasi dengan berbagai pihak dan dilaporkan beberapa hari ke depan, termasuk pemetaan langkah-langkah taktis di lapangan.

Tinggalkan Balasan