Yuk, Kenali Pola Asuh Otoritatif Didik Anak Milenial

0 212

Heibogor.com – Pola asuh apa yang hendak Anda terapkan dalam mendidik anak milennial? Ada jenis-jenis pola asuhan, salah satunya adalah pola asuh otoritatif.

Pengasuhan otoritatif yaitu gaya yang mendorong anak untuk mandiri namun masih menerapkan batas dan kendali pada tindakan mereka. Tindakan verbal memberi dan menerima dimungkinkan, dan orang tua bersikap hangat dan penyayang terhadap anak.

Pola asuh ini adalah pola asuh yang cocok dan baik untuk diterapkan para orangtua kepada anak-anaknya. Pola asuh otoritatif atau bisa juga disebut dengan pola asuh demokrasi. Orang tua yang menggunakan pola asuh ini membebaskan sang anak untuk menentukan kehendak mereka sendiri dan melakukan apa yang mereka inginkan.

Meski begitu, orang tua tetap berperan sebagai pembimbing yang mengontrol serta membimbing mereka dalam menentukan hal yang baik dan buruk. Orang tua dan sang anak menjalin hubungan yang baik dan seringkali berkomunikasi.

Setelah mengetahui salah satu jenis pola asuh, kita harus mengetahui efek dari pola asuh tersebut dan dampak terhadap perkembangan mental anak. Efek dari pola asuh sebenarnya baru jelas terlihat saat anak menginjak usia remaja–mulai terlihat sifat asli mereka terutama saat berinteraksi dengan orang lain–dan menjadi bagian dari komunitas sosial.

Saat kita melakukan interaksi dengan teman sebaya kita, kita dapat melihat perbedaan di antara mereka. Perbedaan tersebut bisa dilihat dari cara mereka berbicara serta pembawaan diri mereka dalam keseharian mereka.

Dampak dari pola asuh orang tua otoritatif dapat mendukung perkembangan kreativitas. Jika orang tua menggunakan pola asuh otoritatif kepada anak, sang anak akan memiliki peluang besar untuk menjadi pribadi yang penurut karena mereka mengerti apa yang diinginkan orang tua.

Dari dampak tersebut, kita dapat mengetahui bagaimana cara mereka berinteraksi (perilaku sosial) berdasarkan pola asuh yang mereka dapatkan dari orang tua. Perilaku sosial anak dapat dilihat dari empat hal yaitu kerja sama, tolong menolong, cara mereka menghormati, dan cara mereka berbagi. Sebelum anak berinteraksi dengan teman sebaya mereka, mereka terlebih dahulu berinteraksi dengan orang tua dan anggota keluarga mereka.

Cara mereka berinteraksi dengan anggota keluarga akan menentukan cara mereka berinteraksi di komunitas sosial mereka. Sedangkan cara mereka berinteraksi dengan anggota keluarga ditentukan dengan bagaimana anggota keluarga mendidik anak tersebut dan pola asuh orang tua.

Oleh karena itu, pola asuh orang tua dapat berdampak kepada perilaku sosial mereka. Perilaku yang anak terapkan dalam kehidupan sosial mereka cenderung berbeda dengan dampak mental yang mereka dapatkan.

Seperti perilaku sosial dari anak yang diasuh asuhan orang tua otoritatif. Orang tua otoritatif cenderung untuk menunjukan dukungan tinggi namun tetap mengontrol perilaku anak pada saat yang sama. Orang tua yang memiliki sikap seperti itu akan menimbulkan perilaku anak sebagai berikut: anak bersikap sopan, memiliki rasa percaya diri, mampu mengendalikan diri (self-control), mau bekerja sama, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

Setelah mengetahui ciri khas dan dampak terhadap perkembangan dan perilaku sosial anak, dapat disimpulkan bahwa pola asuh otoritatif (demokratif) adalah pola asuh yang sebaiknya digunakan oleh orang tua. Pola asuh otoritatif menerapkan peraturan yang ketat namun orang tua tetap memberikan dukungan kepada anak. Peraturan tersebut juga dapat berubah sesuai dengan kebutuhan sang anak.

Anak yang berada di bawah asuhan orang tua otoritatif telah dibuktikan bahwa mereka menunjukan sikap-sikap yang positif. Bagi para orang tua, mungkin memang berat untuk menetapkan pola asuh otoritatif, namun, hal ini dapat diatasi. Komunikasi dan musyawarah menjadi kunci utama keberhasilan pola asuh demokratis ini.

(Sri Herlina)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.