Yane Ardian Ekspresikan Seni Rupa Lewat Sketsa dengan Sentuhan Warna Cerah

0 207

Heibogor.com – Menampilkan seni lukis dekoratif, istri Wali Kota Bogor, Yane Ardian, memamerkan lima buah karya lukisnya di acara pameran perupa perempuan Bogor yang dilangsungkan di rumah dinas Wali Kota Bogor Jalan Padjadjaran, Bogor Tengah, Kota Bogor.

Yane menjelaskan, lukisan dekoratif yang ia buat ini, tidak memiliki batasan perspektif yang harus baku. Karena itu, ia bebas mengkombinasikan atau mengeksplore bentuk dan warna.

“Yang menjadi ciri khas dari lukisan saya adalah saya selalu mengkombinasikan lukisan akrilik dengan bahan kain perca. Kenapa kain perca? Karena saya juga menggeluti dunia craf kain perca sudah 11 tahun. Makanya saya gabungkan supaya lukisan saya memiliki identitas. Selain itu, selalu ada warna hitam, merah, dan hijau. Itu yang menjadi ciri khas lukisan saya,” kata Yane di sela acara pembukaan pameran, Sabtu (21/12/19).

Ia mengungkapkan, lima lukisan yang ia buat ini, semua mengekspresikan suasana hatinya. Ia mengaku termasuk orang yang introvert. Sejak dari SD, SMP, SMA, ia selalu mengungkapkan suasana hatinya lewat sketsa. Dan yang bisa menerjemahkan atau menangkap suasana hatinya itu adalah sahabat-sahabatnya.

“Saya tidak mudah mengungkapkan apa yang dirasakan. Karena itu, lama pembuatan lukisan ini berbeda-beda tergantung suasana hati. Kalau saya lagi senang bisa menyelesaikan satu lukisan selama 5 jam. Tapi ketika lagi ngga mood bisa berhari-hari bahkan sampai satu bulan,” akunya.

Yane menilai, perupa perempuan Bogor dengan latarbelakang yang berbeda beda memiliki ketulusan dan pengetahuan seni yang luar biasa. Mereka adalah aset Kota Bogor yang berperan serta membangun Kota Bogor menjadi kota seni rupa.

“Ke depan saya akan membawa mereka ke berbagai tempat. Bisa ke tempat wisata, pusat perbelanjaan, ke hotel, untuk menunjukkan hasil karya mereka dengan angle yang berbeda kepada masyarakat,” ucapnya.

Sementara, kurator pameran, Gihon Nugrahadi mengatakan, karya yang disajikan oleh Yane Ardian adalah karya semi abstrak yaitu karya yang memreprestasikan sebuah objek fisik yang dihadirkan dengan menyederhanakan serta pengaturan ulang. Karya Yane didominasi warna-warna primer yang cerah dengan obyek perempuan.

“Yane dalam karya-karyanya berupaya untuk memberikan kesan dinamis. Kejeliannya dalam mengelola bidang mengasilkan karya dekoratif dengan komposisi asimetris yang tetap harmonis dan memiliki kesatuan (unity) visual,” terangnya.

Masih kata Gihon, sebuah catatan penting dalam pameran kali ini, karya dipamerkan melalui sebuah proses kurasi, itu bertujuan untuk menjaga kualitas karya. Dalam pameran yang bertemakan I’m In Love ini ada lebih dari 40 karya seni terdiri dari karya dua dan tiga dimensi.

Dalam pameran kali ini, meskipun didominasi oleh karya dua dimensi, para perupa berupaya menterjemahkan tema I’m In Love dari berbagai sudut pandang dan pengalaman estetika masing-masing. Tafsir mengenai tema yang diusung menjadi begitu beragam. Jatuh cinta dimaknai beragam, mulai jatuh cinta kepada kekasih, cinta orang tua kepada anaknya dan kekaguman pada alam semesta yang dipresentasikan dalam sebuah lukisan pemandangan, tumbuhan dan hewan.

“Saya perlu sampaikan bahwa pameran adalah suatu kegiatan penyajian karya seni rupa untuk dikomunikasikan sehingga dapat diapresiasi oleh masyarakat luas. Pameran merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menyampaikan ide atau gagasan perupa kepada publik melalui media karya seninya. Melalui kegiatan Pameran I’m in Love ini, diharapkan dapat menjadi inspirasi banyak orang dan menjadi tonggak baru perkembangan seni rupa di Kota Bogor,” pungkasnya.

Pameran bertajuk “I’m in Love” yang diikuti 15 perupa perempuan Bogor termasuk Yane Ardian ini, akan berlangsung selama 10 hari ke depan mulai dari tanggal 21-30 Desember 2019 pukul 10.00 – 18.00 WIB.

Ke-15 perupa perempuan Bogor yang berpameran yakni Annisa Pradita, Dara Sinta, Diana Dee Mohy, Erna Winarsih Wiyono, Fransisca Christianti S, Ida Kurniati, Ika W Burhan, Lia Laveena Amriani, Magdhalena Nathalia, Maya Augustina, Nila Kusumawardina, Rotua Magdalena, Siti Leicha Firgiani, Widya Naftali, dan Yane Ardian.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.