Tahun 2020 Dinkes Targetkan Warga Stop Buang Air Besar Sembarangan

0 234

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, dr. Rubaeah mengatakan, program kerja Dinkes Kota Bogor di 2020 acuannya kepada program prioritas pemkot Bogor. Di mana pemerintah telah menetapkan Open Defecation Free (ODF) dan peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat salah satunya dengan Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS) di Kota Bogor.

Perhatian di bidang hygiene dan sanitasi ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2019 yaitu 100 0 100 (100% sanitasi layak, 0% kawasan kumuh dan 100% air minum sehat).

Ia menjelaskan, proses fasilitasi Stop BABS di masyarakat pada prinsipnya adalah “pemicuan” terhadap rasa jijik, rasa malu, rasa takut sakit, rasa berdosa dan rasa tanggung jawab yang berkaitan dengan kebiasaan BAB di sembarang tempat. Dan untuk membantu proses pemicuan tersebut digunakan beberapa komponen seperti pemetaan, transect, alur kontaminasi dan simulasi lainnya. Proses ini adalah salah satu usaha  untuk mencapai salah satu pilar dari Program Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang terdiri dari lima pilar yaitu Stop BABS, Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengolahan Air Minum Rumah Tangga (PAM-RT), Pengelolaan Limbah Padat (sampah) di Rumah Tangga dan Pengelolaan Limbah Cair di Rumah Tangga.

Saat ini, lanjut Rubaeah, yang sedang gencar dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Bogor adalah transect walk. Transect walk adalah kegiatan penelusuran wilayah yang bertujuan untuk melihat dan mengetahui lokasi yang paling sering dijadikan tempat buang air besar (bab). Transect walk dilakukan dengan cara mengajak masyarakat setempat untuk berjalan ke lokasi buang air besar sembarangan atau buang sampah sembarangan dan berdiskusi di tempat tersebut, yang diharapkan agar masyarakat akan merasa jijik dan tergugah perasaannya dan terpicu rasa malunya sehingga memiliki keinginan untuk merubah perilaku tidak sehat menjadi berperilaku hidup sehat.

Transect walk merupakan rangkaian dari kegiatan pemicuan di masyarakat untuk mencapai sanitasi total berbasis masyarakat (STBM). Tantangan yang dihadapi Kota Bogor terkait dengan masalah sanitasi masih sangat besar. Hasil pemantauan Sanitarian (petugas kesehatan lingkungan) Puskesmas tahun 2017 menunjukkan 22,93% masyarakat masih berperilaku buang air besar ke sungai, sawah, kolam, kebun dan tempat terbuka. Data Rumah sehat di Kota Bogor tahun 2017 baru menunjukkan angka sebesar 70,14 %. Kondisi seperti ini dapat dikendalikan melalui intervensi terpadu dengan pendekatan sanitasi total berbasis masyarakat.

Menyadari hal tersebut di atas, sambungnya, Pemerintah Kota Bogor melakukan beberapa kegiatan, salah satunya adalah melakukan pelatihan fasilitator STBM dari berbagai segmen/kelompok masyarakat, melakukan pemicuan dengan transect walk dan fokus group discution (FGD).

“Akhir tahun 2017, ada 125 RW di Kota Bogor yang sudah mendeklarasikan sebagai RW ODF. Namun masalah utama adalah rumah di sekitar sungai masih membuang tinja ke sungai sehingga perlu ditingkatkannya gerakan penyadaran masyarakat terhadap kondisi tersebut. Oleh karena itu melalui kegiatan transect walk diharapkan dapat mengajak masyarakat untuk melihat potret masalah sanitasi di wilayahnya dan penyadaran untuk menciptakan lingkungan bersih dan sehat,” ucapnya.

Masih kata Rubaeah, rencana kegiatan transect walk selama tahun 2018 akan dilaksanakan sebanyak 10 kali di wilayah sekitar sungai terutama untuk melihat kebersihan sungai dari sampah dan buangan akhir tinja. Setelah transect walk dilaksanakan FGD untuk mengetahui respon masyarakat terhadap transect walk yang sudah dilaksanakan dan selanjutnya apakah ada komitmen untuk mengubah perilaku tersebut.

Transect walk biasanya dilaksanakan bersamaan dengan “gerakan ketuk pintu” yaitu satu gerakan untuk meningkatkan penemuan aktif kasus TB dan kasus penyakit menular lainnya serta menemukan bayi, balita yang belum diimunisasi dan juga menggerakan masyarakat untuk melakukan PSN 3M+, caranya dengan melakukan investigasi kontak khusus kasus TB, menyisir dan mengunjungi rumah ke rumah. Gerakan ketuk pintu ini efektif untuk meningkatkan temuan kasus-kasus penyakit menular, kasus penyakit tidak menular dan kesehatan lingkungan masyarakat Kota Bogor.

“Ayo wujudkan lingkungan bersih dan sehat dengan buang air besar pada tempatnya,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan