Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan Cetak SDM Inovatif Siap Bersaing di Dunia Usaha dan Digital

0 385

Heibogor.com – Kampus Insitut Bisnis dan Informatika (IBI) Kesatuan mewisuda mahasiswanya di Puri Bengawan. Yang menjadi istimewa di wisuda kali ini, adalah menyematkan sebutan Insitut Bisnis dan Informatika (IBI) Kesatuan untuk pertama kalinya pada berbagai atribut yang ada.

Ketua Pengurus Yayasan Kesatuan, Prof Dr. Meggy T. Suhartono mengatakan, wisuda kali ini tidak hanya sekedar seremonial saja khususnya untuk kampus IBI Kesatuan tapi juga sebagai momen bersejarah, sangat istimewa. Karena wisuda kali ini, untuk pertama kalinya sebutan IBI Kesatuan disematkan pada berbagai atribut yang ada.

“Ini tonggak awal untuk lebih berkembang dan maju sejak Agustus lalu melakukan perubahan nama. Perubahan nama merupakan prestasi sekaligus sejarah kiprah Kesatuan di dunia pendidikan sebagai milestone baru dalam kemajuan lembaga pendidikan di masa mendatang. Saya berharap IBI terus membenahi dan mempersiapkan akreditasi pada dua tahun mendatang,” ungkap Prof. Meggy, Rabu (27/11/19).

Sementara, Rektor IBI Kesatuan, Iriyadi mengatakan, jumlah wisudawan sebanyak 638 mahasiswa. Program sarjana sebanyak 472 mahasiswa dan ahli madya diploma ada 166 mahasiswa. Dengan nilai IPK tertinggi dari sarjana 3,68 dan ahli madya 3,89.

Wisuda kali ini, mengangkat tema mewujudkan sarjana dan ahli madya yang mampu menghadapi tantangan dunia kerja di era society 5.0. Perkembangan TIK saat ini, mengarah pada society 5.0, era masyarakat yang berpusat pada manusia. Dimana harus mampu menyeimbangkan kemajuan ekonomi dengan penyelesaian masalah sosial melalu sistem yang mengintegrasikan ruang maya dan fisik.

“Di era society 5.0 ini, bukan lagi modal tapi data yang hubungkan dan bisa menggerakkan segalanya. Bisa mengisi kesenjangan kaya dan kurang beruntung. Tetap terus meng up date teknologi,” ungkap Iriyadi.

Untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan yang berubah cepat, sambungnya, kemampuan menguasai segala hal, termasuk sosial dan teknologi, terbentuk SDM adaptif. Tidak hanya memiliki kemampuan akademik saja, juga mampu menyeimbangkan berbagai hal, baik itu komunikasi, sosial, cepat menyerap informasi secara rill tanpa batas ruang dan waktu. Lulusan dari IBI Kesatuan juga harus memiliki kemampuan lain, seperti analisis data, inovatif dalam proses bisnis.

Hal lain yang dilakukan untuk peningkatan kualitas dengan membuka kerjasama berbagai kalangan baik dari dunia pendidikan serta lainnya. Sejak melakukan wisuda hingga saat ini, persentase keterserapan alumni di dunia kerja terus mengalami peningkatkan. Dari data CDC IBI Kesatuan rata-rata masa tunggu mendapatkan pekerjaan sekitar 2,4 bulan.

“Menghasilkan sarjana dan ahli madya seperti di atas, kampus IBI Kesatuan akan terus mencari dan menerapkan hal baru. Termasuk meningkatkan kemampuan dosen sebagai pengajar,” terangnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.