Mahasiswa Muhammadiyah ‘Segel’ Kantor Bupati, Nilai Kesenjangan Sosial Masih Semrawut

0 165

Heibogor.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bogor menggelar aksi turun ke jalan terkait Refleksi satu tahun Pemkab Bogor di depan Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (20/11/19) siang.

Aksi ini menurut Ketua Umum PC IMM,Arfiano, dilakukan sebagai bentuk refleksi dan evaluasi atas visi dan misi besar dan program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Bogor dalam ‘Panca Karsa’ yaitu Bogor Sehat, Bogor Cerdas, Bogor Maju, Bogor Membangun dan Bogor Berkeadaban. “Realitas hari ini menuju satu tahun memimpin, Kabupaten Bogor masih semrawut dan jauh dari harapan. Program ‘Panca Karsa’ belum mampu menjawab dinamika sosial yang terjadi di masyarakat,” ungkap Arfiano.

Ia mengungkapkan, saat ini kondisi Kabupaten Bogor masih semrawut, bisa dilihat dari masih banyak jalan yang rusak, sekolah yang tidak layak, meningkatnya angka pengangguran (9,77%), angka kemiskinan(32,9%), penderita stanting dan anak putus sekolah. Selain itu, sambung Arfiano, semakin maraknya tambang ilegal, semrawutnya penataan pedagang kaki lima di sejumlah pasar, semrawutnya transportasi umum dan mobil truk pengangkut tambang sehingga terus menerus meresahkan masyarakat.

“Masih banyak lagi permasalah lainnya yang harus diatasi oleh Pemkab Bogor. Maka dari itu kami mengajak rekan-rekan semua, para aktivis dan mahasiswa untuk melakukan kuliah di jalan (aksi, red) dengan tema Panca Karsa Belum Terasa,” ujar Arfiano.

Sementara itu Korlap aksi, Iksan Awaludin menegaskan, beberapa poin yang menjadi tuntutan adalah Mendesak Bupati Bogor untuk mengevaluasi Program Unggulan ‘Panca Karsa’. Meminta Bupati segera menyelesaikan persoalan masyarakat bukan hanya pencitraan dengan mendorong pemerataan pembangunan. Dalam aksinya para mahasiswa membakar ban dan kardus sebagai tanda kekecewaan terhadap Bupati sebelum akhirnya dipadamkan oleh pihak kepolisian.

“Kami juga meminta kepada Bupati mendesak Pemprov Jabar untuk segera membuat jalur tambang dan mendesak Bupati Bogor, segera menerbitkan Perbup yang mengatur regulasi mengenai jam operasional kendaraan angkutan tambang,” ungkapnya.

Aksi yang digelar mahasiswa tersebut juga mendesak Bupati untuk segera menertibkan perusahaan tambang yang tidak sesuai PROTAP, SOP dan legal standing yang jelas. Mendesak Bupati mengevaluasi perencanaan dan penggunaan APBD agar lebih efektif dan lebih tepat guna, terutama untuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata.

“Kami juga mendesak Bupati Ade Yasin untuk mengevaluasi seluruh pasar tradisional yang dinaungi oleh PD Pasar Tohaga agar menjadi pasar yang bersih, tertata dan memberi akses yang luas bagi masyarakat untuk jual-beli serta mendesak Bupati untuk menyelesaikan persoalan stunting di Bumi Tegar Beriman,” tambah Ikhsan.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.