Wakil Rakyat Was-was Bekerja Pasca Ruangan Paripurna Ambruk

0 183

Heibogor.com – Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto didampingi Wakil Ketua DPRD, Dadang Danubrata, dan Eka Wardhana, serta Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, meninjau kondisi ruang paripurna DPRD Kota Bogor pada Minggu (27/10/19) sore, yang dikabarkan rusak akibat tertimpa plafon dan dinding atap yang ambruk.

Usai melihat kondisi bangunan, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto menilai, gedung setinggi lima lantai dengan dinding tanpa penguat beton dan plafon yang tidak ada besi hollow-nya ini, sangat riskan terlebih ini adalah gedung publik. Karena itu, ia merasa prihatin dan menyayangkan kejadian ini meskipun ada faktor alam yang menjadi penyebabnya yaitu hujan deras dan angin yang besar.

“Kami baru dua bulan menempati gedung ini. Dan kita tidak tahu sejarahnya seperti apa. Apakah ada kesalahan tidak terpenuhinya beberapa standar maupun prosedur? Kita lihat dulu dari perencanaannya kemudian juga dari sesi pelaksanaan. Saya kira perlu ada penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah selama proses yang sudah terjadi ini semua persyaratan, semua kualifikasi sudah dipenuhi atau belum. Seandainya terjadi kesalahan atau penyimpangan saya kira perlu ada tindakan lebih lanjut,” kata Atang.

Politisi PKS ini pun mengungkapkan, bahwa adanya kejadian ini, membuat aktifitas di lingkungan DPRD menjadi terganggu. “Aktivitas jelas terganggu tapi kami tetap akan bekerja. Meskipun bekerja di bawah situasi gedung yang seperti ini membuat kami khawatir,” ungkapnya.

Ia pun kembali menegaskan, meski tidak ada korban jiwa namun ini perlu ditelusuri lebih lanjut. Tidak hanya ruang paripurna saja yang perlu diperiksa tapi keseluruhan bangunan gedung juga perlu di cek agar hal serupa tidak terjadi kembali.

“Saya kira perlu di update secara menyeluruh tidak hanya satu bagian ruang yang roboh saja. Saya kira pemerintah kota juga punya rekamannya baik itu dari sisi perencanaan, DED awalnya seperti apa, termasuk ketika proses pembangunan. Dan pastikan juga ada pengawas. Mudah-mudahan bisa ditelusuri semuanya. Jangan sampai anggaran besar yang telah dikeluarkan tidak kita optimalkan dengan baik,” ujarnya.

Sementara, Wali Kota Bogor, Bima Arya menyampaikan, Bogor ini kan Kota Hujan. Frekuensi hujan, angin, petir dan lain-lain itu sudah seharusnya dihitung. Jadi nggak ada alasan karena hujan karena angin.

“Yang kami lihat disini justru kualitas fisik bangunannya yang memang sangat buruk. Alhamdulillah itu terjadi ketika tidak ada kegiatan. Saya lihat sekilas saja ada dugaan kuat bahwa bangunan itu pada beberapa bagian tidak dikerjakan tidak dibangun seperti seharusnya. Jadi strukturnya, pondasinya, tiang pancangnya kelihatannya sangat rapuh sekali makanya kena angin sedikit bisa goyang bisa ambruk. Karena ini tidak ditunjang oleh pilar-pilar atau penyangga yang kuat,” kata Bima.

Ada dua hal yang akan pemkot lakukan, sambungnya. Pertama, soal keselamatan. “Saya akan minta dinas perumkim mulai melakukan kajian menyeluruh total di setiap sudut. Dilihat lagi termasuk ruangan dewan. Dalami ini dengan berkoordinasi dengan pihak-pihak yang diperlukan,” ucapnya.

Orang nomor satu di Kota Hujan itu mempertanyakan Kenapa tidak sesuai dengan perencanaan? Gedung sekokoh ini temboknya setipis itu. Tidak ditunjang oleh pilar yang kuat dan akan lihat lagi dokumen-dokumen perencanaannya seperti apa. “Kalau ada temuan di sana nanti ke depannya pasti kami tidak akan tinggal diam dan akan mengambil langkah-langkah lagi,” pungkasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.