Yuk, Hindari Darah Tinggi dan Hipertensi dengan Cokelat Manis

0 202

Heibogor.com – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Bogor Timur, mencanangkan program kesehatan “Coklat Manis” untuk penderita hipertensi dan diabetes kepada warga di RW 12 Babakan Peundeuy, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Senin (21/10/19).

Arti dari Coklat Manis ini yakni Cek tensi & gula darah teratur, minum Obat sesuai aturan dokter, Konsul gizi & pola hidup sehat, Latih kebugaran dengan olahraga teratur, Atasi hiper Tensi, dan kencing Manis.

Kepala Puskesmas Bogor Timur, dr. Noor Aliyah menyampaikan, menurut data di puskesmas Bogor Timur, pasien hipertensi dan kencing manis baru sekitar 50 persen yang patuh mengontrol. Padahal sudah di kasih masukan untuk teratur datang. Penderita hipertensi dan kencing manis kadang berpikir putus asa dan sedih karena tidak bisa melakukan apa-apa. Padahal penyakit ini bisa dikendalikan lewat program Coklat Manis.

“Makanya kita deklarasikan “Aku Sehat Dengan Hipertensi Dan Kencing Manis” di Pos Binaan Terpadu (Posbindu) ini, untuk ibu-ibu lansia yang biasa melakukan cek tensi dan kencing manis agar teratur dan mereka bisa produktif dengan cara Coklat Manis,” kata Noor.

Ia menerangkan, selain menyerang kalangan lansia, usia 15 tahun ke atas juga rentan terkena hipertensi dan diabetes akibat suka mengkonsumsi makanan fastfood yang tidak memiliki gizi yang seimbang. Hipertensi dan diabetes dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor genetik keturunan, pola hidup yang kurang sehat, diet yang tidak teratur, karbohidrat yang tinggi, diet yang manis-manis, terlalu banyak garam, itu semua bisa mempengaruhi.

“Oleh karena itu, di kegiatan Coklat Manis ada konsul gizi dan pola hidup sehat. Karena kadang obat saja tidak cukup kalau tidak dibarengi dengan pola hidup yang sehat. Kami juga membuat buku kontrol namanya buku sehatku. Buku ini kita berikan kepada penderita hipertensi dan kencing manis biar mereka mau berobat dengan teratur. Di buku ini, ada catatan pemeriksaannya, tanggal kontrol, supaya mereka tidak lupa. Karena selama ini mereka kontrol kalau ada keluhan saja. Harapan kami penderita hipertensi dan kencing manis terkontrol baik tensi maupun gula darahnya,” jelasnya.

Selain deklarasi “Aku Sehat Dengan Hipertensi dan Kencing Manis”, lanjutnya, juga dilakukan deklarasi “Cuci Tangan Pakai Sabun”. Karena ternyata dari kajian yang dilakukan WHO, cuci tangan pakai sabun bisa menurunkan angka diare kurang lebih 45 persen. Maka dari itu, perlu dibudayakan cuci tangan pakai sabun.

“Hipertensi dan diabetes sendiri adalah 2 dari 12 indikator standar pelayanan minimal yang harus dicapai. Makanya kita lakukan deklarasi ini dengan harapan bisa dikembangkan di seluruh Posbindu biar masyarakat paham akan pentingnya menjaga kesehatan terutama bagi yang hipertensi dan kencing manis,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kesehatan Olah Raga dan Kesehatan Jiwa pada Dinas Kesehatan Kota Bogor, drg. Firy Triyanti, mengharapkan, kegiatan ini bisa diduplikasi oleh puskesmas-puskesmas lain. Sehinga hipertensi dan diabet dapat dikendalikan. Ini merupakan daya ungkit untuk pencapaian standar pelayanan minimal (SPM).

“Ini standar wajib yang harus dipenuhi oleh pemerintah. SPM ini salah satunya adalah deteksi terhadap usia produktif, pengendalian hipertensi dan diabetes, kami mendukung ini karena sejalan dengan program yang ada yaitu pencapaian SPM,” imbuhnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.