Kisah Mahar Nikah Seniman Teddy Arte: Kupinang Kau dengan Lukisan Rajawali di Daun Kering!

0 342

Heibogor.com – Perencanan jelang pernikahan tak hanya soal kesiapan fisik dan keluarga saja. Namun, masalah finansial pun menjadi hal yang terpenting. Sadar akan pentingnya biaya yang tak sedikit untuk melamar sang pujaan hati namun apa daya kondisi ekonomi belum mencukupi tak menyurutkan niat Tedi Asmara untuk meminang sang pujaan hati.

Melihat keterbatasannya Tedi yang lebih dikenal dengan Teddy Arte memilih menggunakan kelebihan kreativitasnya dalam hal melukis di atas daun kering menjadi modal utamanya dan tentu saja sebagai kebanggaan tersendiri. Dengan kemampuannya tersebut, Teddy nekat melamar sang kekasih yang kini menjadi teman perjuangan hidupnya, Erna Winarsih Wiyono dengan mahar daun kering yang dilukis dengan gambar dirinya dan sang istri lengkap dengan latar belakang burung Rajawali dan sepenggal puisi.

“Untuk puisi itu dari calon mertuanya yang buat. Kemudian daun yang digunakan adalah daun karet kuning. Lama pengerjaannya cuma tiga hari. Jadi, untuk meringankan, orangtua istri (mertua) yang minta sebagai pengganti mahar (mas kawin). Kalo pakai syarat lain mungkin saya tak sanggup. Akhirnya saya menyanggupi melukis tersebut. Lalu saya coba buat dan hasilnya alhamdulillah diterima,” selorohnya, Kamis (15/8/19).

Teddy menuturkan, pernikahan yang dihelat tahun 2018 lalu di Cipanas itu melewati proses penjajakan hingga berlabuh pelaminan sangat singkat. Dia bersyukur niat baiknya diberikan kemudahan. Sang istri, Erna Winarsih Wiyono menambahkan, tidak lazimnya mahar yang diberikan sempat mendapat tanggapan dari teman dan kerabat dekat.

Ada yang bertanya langsung hingga menghubungi melalui telepon. Mereka bilang baru kali ini ada mahar seperti itu. Pikiran mereka umumnya mahar itu, seperangkat alat salat, pernak pernik perhiasan dan sebagainya yang bisa dibelanjakan kembali. “Di sini, orangtua saya ingin meringankan mahar pernikahan. Jadi memudahkan dan tidak memberatkan seseorang yang sudah berniat untuk berumah tangga. Kami menilai, mahar berupa lukisan daun kering itu cukup mewakili. Melihat kondisi dan kemampuan seseorang. Tidak perlu menyediakan uang banyak, gedung mewah dan sebagainya. Setelah saya beri penjelaskan baru mereka kagum dengan filosofi di balik itu,” terangnya.

Ia menjelaskan, mahar berupa lukisan dan puisi tersebut sarat akan makna dan filosofi hidup. Mahar yang dibuat adalah lukisan daun dengan kisah Rajawali Puteri Sapta Warna dan perjalanan proses daun dalam puisi karya Wiyono, ayahanda dari Erna. Gambar Rajawali diibaratkan sebagai lambang kekuatan yang atas izin dari sang Maha kuasa, restu dari orangtua dan keluarga besar untuk melepaskan putrinya yang akan diberikan kepada pria lain untuk berlayar bersama mengarungi kehidupan yang baru.

Sedangkan makna dari isi puisi adalah pesan dari sang ayah yang besar dari keluarga berfilsuf tanah Jawi dan Indonesia timur, yang melepaskan puteri pertamanya untuk menempuh kehidupan baru dalam sebuah perahu dengan nahkoda imam yang baru. “Sedangkan lukisan daun adalah konsep saya,Teddy, dan kedua orangtua saya. Akar pohon seni adalah berkarya dengan jujur tanpa plagiat. Kau adalah kau, bukan kamu atau dia, kita juga aku,” jelasnya.

Setelah menikah, kedua pasutri ini mengaku, ada peningkatan dan perkembangan dari usaha melukis di daun kering yang di geluti Teddy. Namun, Erna dan Teddy memiliki komitmen dalam menerima orderan yang masuk yaitu tidak menerima pesanan lukisan wajah untuk diberikan kepada pasangan yang belum menikah atau masih pacaran. Harus ada kisah inspirasi yang dituangkan dalam lukisan khususnya dalam menjalani hidup berumah tangga bersama pasangan. Jangan sampai keluar dari filosofi itu.

“Kami tidak menerima pesanan lukisan yang tujuannya untuk dihadiahkan kepada pasangan yang belum menikah. Dikhawatirkan, jika pasangan itu putus, lukisan yang sudah dibuat akan dibuang, dirusak hingga menjadi barang yang tidak berharga. Jadi kami seleksi,” ucapnya sambil menutup pembicaraan.

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.