Project Sosial AIESEC IPB Ajak Generasi Muda Peduli Lingkungan dan Budaya

0 351
Heibogor.com – Setelah selama enam minggu melakukan project sosial di Bogor, kegiatan Summer Project EYE/Consumthrift yang diadakan AIESEC In IPB 2019 resmi selesai. Acara closing ceremony dan farewell party Summer Project dilangsungkan di Momo Milk Barn  Barangsiang, Jumat (26/7/19) malam.
Vice President Incoming Global Volunteer dari AIESEC In IPB, Nadiva Aliyya menjelaskan, AIESEC adalah organisasi kepemimpinan pemuda terbesar di dunia dan tukar budaya. AIESEC merupakan organisasi nonpolitik, independen, nirlaba yang dijalankan oleh mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi. Salah satu program pengembangan kepemimpinan AIESEC adalah Global Volunteer.
Ini adalah unit kegiatan mahasiswa di bawah IPB. Setiap tahun dilakukan dua kali, yakni di bulan Juni hingga Agustus dan Desember hingga Januari. Dengan participants yang berbeda beda.
Summer project 2019 adalah bagian dari program Global Volunteer (relawan global) yaitu program pengembangan leadership. Dalam project ini, pemuda (exchange participants) dari berbagai negara di dunia datang ke Bogor untuk menjalankan project sosial yang diselenggarakan AIESEC in IPB berdasarkan Sustainable Development Goals (SDG) selama 6 minggu.
“Ini kita ada program namanya Global Volunteer. Sekarang ini, dari bulan Juni hingga Agustus kita kedatangan mahasiswa asing dari 13 negara. Tujuan mereka ke sini untuk melakukan project sosial yang berfokus pada entrepreneurship berdasarkan SDG yang dibuat oleh PBB,” terangnya.
Di Summer project 2019, ada dua project yang dilakukan yaitu SDG No 8 tentang pertumbuhan ekonomi dan SDG No 12 tentang pengurangan sampah plastik.
“Dua proyek sosial itu, yang kita lakukan dalam bulan Juni hingga Agustus ini. Harapannya, di 2030 dunia ini mencapai goal dari dua project yang kita lakukan itu,” ucapnya.
Ia menjelaskan, ada 16 mahasiswa asing yang menjadi exchange participants sebagai Global Volunteer. Mereka kemudian dibagi menjadi 4 kelompok. Tiga kelompok untuk project pertumbuhan ekonomi (SDG No 8) dan satu kelompok lagi untuk project pengurangan sampah plastik (SDG No 12).
Untuk SDG No 8, mahasiswa asing ini, bekerjasama dengan tiga UMKM di Bogor sebagai sample project. Selama enam minggu mereka akan menganalisis kelemahan dan kelebihan dari pemasaran UMKM tersebut. Setelah itu, membuat pengembangan apa saja yang akan dilakukan agar sale nya berkembang dan bertambah.
“Pengembangannya sendiri dalam segi marketing. Tapi strategi pengembangannya kita bebaskan kepada mahasiswa asing dan UMKM itu sendiri maunya seperti apa,” bebernya.
Kemudian lanjutnya, untuk SDG No 12, satu kelompok Global Volunteer melakukan kampaye, sosialisasi dan edukasi tentang pengurangan sampah plastik dan pemisahan sampah organik dan non organik. Di Kota Bogor sendiri kebijakan tentang pemakaian plastik telah berjalan dan dilakukan oleh Pemerintah Kota Bogor.
“Di sini yang kita lakukan menyasar pada masyarakat umum dan pelajar. Kepada masyarakat umum kita adakan seminar. Sedangkan kalangan pelajar kita lakukan kunjungan ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi,” jelasnya.
Di akhir kegiatan atau di closing ceremony dan farewall party Summer Project, dipresentasikanlah hasil dari project yang telah dilakukan selama enam minggu.
“Dampaknya memang belum terlihat. Tapi point dari kegiatan ini, kita bisa sharing ilmu dan budaya dengan negara lain melalui pertukaran mahasiswa. Jadi, kedamaian dunia bisa tercapai dengan memahami satu sama lain yang punya perbedaan budaya,” ungkapnya.
Ditambahkan oleh Rara Srigadhing, OC TaskForce Marcom Consumthrift project, Project Explore Youth Entrepreneurship (EYE) 3.0 merupakan project sosial yang berfokus pada entrepreneurship berdasarkan SDG no 8.
“Kami berusaha meningkatkan jumlah lapangan pekerjaan di Indonesia dengan memotivasi dan mengembangkan skill entrepreneurship pemuda Indonesia.
Exchange Participants akan bekerja sama dengan UMKM di Bogor untuk membantu pemasaran mereka dan menyebarkan kesadaran akan pentingnya berwirausaha,” jelasnya.
Rara melanjutkan, Project EYE 3.0 akan dilakukan dalam 2 gelombang. Gelombang pertama dijalankan dari 18 Juni sampai 30 Juli. Gelombang kedua, dijalankan dari 2 Juli sampai 13 Agustus 2019.
Sedangkan Consumthrift, sambungnya, berasal dari kata Consumption dan Thrifting yang secara harfiah berarti ‘pengurangan konsumsi’ adalah suatu program yang didasarkan pada SDG no. 12 (Responsible Consumption and Production).
Program ini, bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pengolahan sampah plastik yang sudah mulai berkurang terhadap dampak sampah plastik terhadap lingkungan terutama di daerah Bogor. Exchange Participant juga akan belajar mengenai
manajemen sampah yang baik dan cara memelihara lingkungan. Proyek ini, dilaksanakan dari 18 Juni sampai 30 Juli 2019.
“Organizing Committee Task Force (OCTF) adalah panitia yang membantu jalannya proyek Incoming Global Volunteer yang dilaksanakan oleh AIESEC in IPB. OCTF akan bekerja dengan para anggota AIESEC in IPB, Local Volunteer, dan juga partner eksternal untuk memastikan proyek berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.