Takjub!Tujuh Bocah Ini Nabung Rp5 Ribu Setiap Hari Selama 1 Tahun Demi Beli Sapi Kurban

Kerja Sampingan untuk Wujudkan Berkurban di Idul Adha

0 278

Heibogor.com – Aksi yang dilakukan tujuh bocah ini, sangatlah inspiratif dan patut ditiru. Bagaimana tidak, mereka rela menyisihkan uang jajannya untuk membeli seekor sapi sebagai hewan kurban di Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah. Ketujuh bocah tersebut yaitu Abu Bakar Sidiq alias Iki (13), Zhilal (11), Sauqi (11), Fauzan (11), Sukatma (12), Zalfa (12) dan Yudi (18).

Aksi ketujuh bocah itu ternyata tersebar di media sosial. Setelah ditelusuri, mereka ternyata tinggal di Kampung Arido, RT 01/RW 05, Kelurahan Cibogor, Bogor Tengah, Kota Bogor. Adalah Abu Bakar Sidiq alias Iki (13) yang menjadi inisiator dari ide ini. Dikatakannya, alasan dari aksi yang dilakukan bersama enam temannya itu, ialah ingin berbagi ke sesama khususnya kepada warga di tempat tinggalnya lewat momen berkurban di Hari Raya Idul Adha.

Iki (ketiga dari kiri) bersama teman-temannya lega bisa menunaikan salah satu perintah Allah yakni berkurban di Idul Adha 1440H

Iki mengatakan, niat mengumpulkan uang ini, dimulai sejak bulan September 2018. Ia kemudian mengajak teman sepermainannya sama-sama ikut menabung dari uang jajan yang disisihkan setiap hari. Awalnya banyak yang ikut sampai ada 15 orang. Tapi pertengahan jalan banyak yang mundur dan berhenti. Alasannya, ada yang ragu, ada yang takut tak terbayar, dan ada juga karena faktor kebutuhan. Jadi, uang yang telah ditabung diambil kembali.

“Baru sebulan berjalan satu per satu mulai pada mundur. Dari 15 orang sekarang sisa 7 orang. Karena dukungan dan semangat dari keluarga dan teman akhirnya niat ini dilanjutkan dengan sisa orang yang ada,” ucapnya, Senin (22/7/19).

Uang jajan yang disisihkan setiap hari untuk ditabung bermacam macam. Mulai dari Rp5 ribu sampai Rp10 ribu. Tergantung kemampuan. Yang pasti setiap anak targetnya Rp3.150.000.

Selain dari uang jajan, Iki mengaku menyisihkan uang dari hasil berjualan bensin eceran milik kakaknya dan menjadi penagih uang iuran sampah.

“Saya kadang ikut jualan bensin di pom mini punya kakak. Gantian kalau mau salat dari jam 12 siang sampai 12.30 (30 menit). Dikasih upahnya Rp15 ribu. Selain itu, sebulan sekali ngebantu ambil iuran sampah warga yang diupah Rp 25 ribu per bulan,” ungkapnya.

Setelah 10 bulan berjalan, akhirnya niat membeli sapi kurban terlaksana. Sapi yang dibeli berjenis sapi kupang seberat 345 Kg. Sapi ini, awalnya dihargai Rp21 juta oleh pemiliknya. Namun, setelah mengetahui yang membelinya anak-anak kecil dari hasil menabung, akhirnya diberikan diskon menjadi seharga Rp19.500.000.

“Alhamdulillah bisa beli sapi. Meski masih ada kekurangan sekitar Rp6 juta lagi. Tapi menabung masih terus berjalan. Belinya di daerah Ciherang Kaum, Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga. Setelah ini saya niat ingin aqiqah karena belum terlaksana,” katanya.

Rasa bangga bercampur haru pun dirasakan para orangtua yang tidak menyangka bahwa anak-anak mereka mampu mewujudkan niat mulianya itu.

Orangtua Iki, Sati (54) mengaku bangga kepada anaknya yang bisa menabung untuk membeli hewan kurban. Sati berharap niat tulus Iki dan teman-temannya dapat menjadi contoh bagi anak-anak yang lain.

“Saya terharu karena dia bisa mewujudkan niatnya dari hasil usahanya sendiri. Bahkan, bisa mengajak teman-temannya juga. Yang jelas saya bersyukur dan seneng,” ujar Sati.

Sati melanjutkan, kabar Iki beserta enam temannya yang membeli hewan kurban dengan jerih payah ternyata menyebar hingga tempatnya bersekolah. Bahkan, kepala sekolah Iki sampai menangis memeluk Iki karena terharu dengan apa yang dilakukan mereka.

“Bikin orangtua dan orang dewasa berpikir, anak sebesar ini saja sanggup berkurban untuk orang banyak. Kenapa yang dewasa enggak bisa seperti mereka? Saya selalu kasih spirit ke mereka, ini contoh baik,” tandasnya.

Tak hanya Sati, perasaan serupa juga dirasakan orangtua dari Fauzan, Rahman (48). Rahman juga tidak menyangka bahwa niatan anak-anak itu membeli sapi dapat terwujud dari hasil menysihkan uang jajan.

“Sebagai orangtua pasti seneng dan bangga karena anaknya bisa menjadi inspirasi bagi orang lain. Ya, awalnya dia sempat ngomong ke ibunya, bun mau nabung bareng temen-temen buat beli sapi. Ibunya pun membolehkan asal rajin dan mau menyisihkan uang jajannya,” kata Rahman.

Rahman mengatakan, aksi mereka ini, baru pertama kali terjadi di kampung tersebut. Ia berharap keberhasilan mereka dapat dijadikan kisah inspirasi bagi orang lain khsusnya umat muslim yang ingin berkurban.

“Dari awal saya tahu rencana mereka. Demi kebaikan kata saya jangan ragu maju terus. Yang penting niat kalau niat pasti bisa,” pesan Rahman.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.