Dinkes Akui Kecolongan Limbah Medis Dibuang ke Sungai Ciliwung

0 212

Heibogor.com – Menanggapi adanya penemuan sejumlah limbah sampah kategori Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dari rumah sakit yang dibuang ke Sungai Ciliwung, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bogor, Rubaeah mengaku kecolongan. Ia menduga, kemungkinan yang membuang limbah B3 itu, bisa dari faskes, bisa dari hotel, atau pabrik.

“Akan kami telusuri asalnya dari mana. Kami akan datangi dan memberikan penyuluhan supaya tidak berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat. Karena harusnya tidak boleh terjadi,” kata Rubaeah, Selasa (25/6/19). Ia menerangkan, limbah B3 itu, bisa membahayakan terutama penyakit kulit, pencernaan, maupun saluran pernapasan kalau tertelan airnya melihat apa yang terkandung dalam B3 itu sendiri.

Karena itu, pihaknya akan menindaklanjuti dan menelusuri limbah B3 yang dibuang itu asalnya dari mana.
Masih kata Rubaeah, namanya suatu perusahaan, hotel, pabrik, itu pengelolaan limbahnya harus betul dari upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UKL UPL) atau amdalnya. “Dan itu menjadi pemantauan kami dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Memang kecolongan,” ungkapnya.

Karena itu, dalam upaya pengendalian pengelolaan limbah ini, selalu bekerjasama dengan DLH . “Kan, untuk pembuatan Amdal atau UKL UPL itu, ada konsultannya di DLH dan kita selalu diundang memberikan masukan dan sarannya. Baik itu sarana kesehatan kemudian masalah hotel, masalah pabrik dan semua yang menghasilkan limbah B3,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, beberapa relawan aksi bebersih Ciliwung menemukan limbah medis rumah sakit berupa Kateter atau kantong urin dan obat bekas dibuang ke Sungai Ciliwung di sekitar Jembatan Jalan Riau, Baranangsiang, Kota Bogor.

Salah satu relawan Komunitas Peduli Ciliwung yang juga merupakan salah satu anggota Satgas Naturalisasi, Suparno Jumar mengatakan, belum pernah diketahui asalnya limbah ini dari mana. Hampir tiap Sabtu, dirinya dan teman-teman relawan lain sering temukan limbah B3 itu. “Tapi ditempat yang berbeda-beda. Terkadang nampak baru karena bersih. Terkadang sudah cokelat seperti menahun,” kata Suparno.

an aksi bebersih Ciliwung menemukan limbah medis rumah sakit berupa Kateter atau kantong urin dan obat bekas dibuang ke Sungai Ciliwung di sekitar Jembatan Jalan Riau, Baranangsiang, Kota Bogor. Andi/heibogor.com

Menurutnya, alat medis yang dibuang ke sungai itu, sangat berbahaya. Karena bisa saja alat itu mengandung bakteri dari penyakit menular. Ketika pecah, baik sengaja atau tidak, akan menyebar sepanjang aliran air. Dan itu, bisa jadi wabah luar biasa. “Limbah B3 lainnya yakni obat bekas. Obat yang dibuang terkadang masih ada obatnya. Terkadang dalam strip, botol, terkadang alat kontrasepsi,” ungkapnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.