Korem 061/SK Ngariung Bareng Warga Ajak Perangi Berita Bohong dan Wujudkan Pilpres Damai

0 221

Heibogor.com – Dalam upaya mempererat silaturahmi sekaligus membangun sinergitas TNI dengan komponen masyarakat, Komandan Korem 061/Suryakancana, Kolonel Inf Novi Helmy Prasetya mengadakan acara ngariung bareng Muspida Kota Bogor, Camat, Lurah, RT dan RW se-Kota Bogor pada Jumat (8/3/19) malam di aula Makorem 061/Suryakancana, Jalan Merdeka No. 64 Kota Bogor.

Dalam sambutannya, dihadapan para camat, lurah, Rt/Rw dan tamu undangan yang hadir danrem berharap ajang silaturahmi ini, dapat membentuk kebersamaan dan soliditas antara TNI-AD khususnya Korem 061/Sk dengan para camat, lurah, RT dan RW se-Kota Bogor.

“Saya selaku pejabat baru terbuka bagi siapapun untuk memberikan masukan-masukan yang positif dan membangun sehingga dapat terjalin sinergitas yang baik antara TNI – Polri, aparatur pemerintah daerah terutama Rt/Rw dan komponen masyarakat lainnya untuk menciptakan suasana yang kondusif aman, harmonis dan damai di wilayah Korem 061/Sk khususnya Kota Bogor,” ucapnya.

Danrem berharap tahapan Pemilu mulai dari kampanye sampai hari pencoblosan dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar dengan tetap meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi berbagai kemungkinan terjadinya kerawanan sosial yang tidak menutup kemungkinan akan mengganggu ketertiban dan keamanan sebelum, saat dan sesudah Pileg maupun Pilpres.

“Oleh sebab itu, saya selaku Danrem mengimbau kepada seluruh prajurit komando ke wilayahan agar selalu siap siaga dan siap operasional. Mari kita bersama-sama terutama para lurah, Babinsa, Rt/Rw untuk mengaktifkan kembali Poskamling di wilayah masing-masing,” pintanya.

Dirinya juga meminta masyarakat tidak mudah menerima informasi dan menyebarkan berita bohong (hoax) yang menimbulkan keresahan, perselisihan bahkan kekacauan di masyarakat.

Danrem juga mengimbau masyarakat agar menggunakan hak pilihnya secara maksimal dalam pelaksanaan Pileg maupun Pilpres tahun ini. Di karenakan hak pilih rakyat ikut serta menentukan kesuksesan pemerintah dalam membangun bangsa dan negara. Waspadai juga berkembangnya faham radikalisme yang berkembang dan sekiranya dapat mengganggu netralitas khususnya prajurit serta mempengaruhi masyarakat dalam menggunakan dan menentukan hak pilihnya.

“Fenomena yang ada menurut saya ada pergeseran berupa ancaman di kehidupan sosial yaitu hoax dan paham radikalisme. Ini menjadi program saya selaku danrem. Hoax jangan sampai menjadi budaya baru. Kami mohon yang ada di wilayah bisa ada sinergitas untuk mencegah persoalan di atas. Mari kita bersama-sama ciptakan toleransi, keharmonisan, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa tanpa melihat latar belakang atau perbedaan,” pesannya.

Sementara, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, karakter orang Bogor itu, senangnya ngumpul atau ngariung. Senangnya jalan sehat, ngaliwet dan ngabotram. Jadi, orang Bogor sebenarnya simple, sederhana, senang ngariung dan guyub. Kalau ada yang bikin ribet kemungkinan besar itu bukan orang Bogor.

“Sekarang ini, kita menghadapi masa-masa persimpangan yakni adanya ancaman hoax, intoleran dan sebagainya. Di Bogor, yang seperti itu, jauh dari karakter orang Bogor. Kita tangkis semua kabar hoax dengan sering-sering ngariung dan koordinasi. Jangan mudah percaya, jangan disebar, dan jangan terpengaruh sebelum kita yakin bahwa kabar itu betul adanya. Saya yakin kebersamaan kita adalah modal yang sangat kuat untuk mencegah segala macam hoax. Keberagaman adalah keniscayaan. Perbedaan itu keharusan. Tapi kebersamaan harus kita perjuangkan terus dari masa ke masa,” tandasnya.

(Andi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.