Pemkot Luncurkan Aplikasi SAHABAT Mudahkan Proses Hibah dan Bansos

0 537

Heibogor.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melaunching aplikasi Sistem Administrasi Hibah Bansos Terpadu (SAHABAT) sekaligus membuka sosialisasi pelaksanaan hibah dan bansos terhadap LPM, RT dan RW di Gedung Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB), Jalan Raya Padjajaran, Kota Bogor, Senin (25/2/19).

Aplikasi layanan hibah dan bansos berbasis sistem online ini, diluncurkan guna memberikan pelayanan yang cepat, mudah, tepat sasaran, dan tepat guna bagi masyarakat Kota Bogor. Selain itu, program SAHABAT digulirkan agar jalannya dana bantuan yang diturunkan Pemkot Bogor untuk membiayai berbagai proyek sosial yang diinginkan masyarakat dapat dipertanggung jawabkan secara terbuka. Sehingga seluruh proses dalam SAHABAT dapat terlihat dan diawasi oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kepala Bagian (kabag) Administrasi Kesra Sekretariat Daerah Kota Bogor, Iman menyampaikan, dengan aplikasi SAHABAT ini, seluruh proses hibah dan bansos dapat dipantau secara realtime dan transparan.

“Sosialisasi pelaksanaan hibah bansos terhadap LPM, RT, RW, dan juga unsur pemerintah dilaksanakan dalam tiga hari yakni hari ini untuk Kecamatan Bogor Timur dan Selatan. Hari kedua, di Kecamatan Bogor Barat dan Tengah, dan hari ketiga, di Kecamatan Tanah sareal dan Bogor Utara. Peserta dibekali buku panduan petunjuk serta contoh format penulisan proposal hibah dan bansos guna mempermudah masyarakat memahami prosedur hibah dan bansos,” jelasnya.

Ia menerangkan, aplikasi SAHABAT meliputi sistem pengaduan, sistem pencairan, dan sistem pelaporan. Dengan aplikasi ini, masyarakat bisa melacak proposal pengajuan dan pencairannya. Masyarakat juga bisa mendapatkan pemberitahuan ketika proposal pengajuan dan pencairan terdapat kekurangan administrasi.

Sedangkan konten lainnya seperti peraturan-peraturan tentang hibah dan bansos, format proposal, dan format-format lainnya yang berkaitan dengan permohonan persyaratan hibah bansos. Terdapat juga video tentang alur prosedur persyaratan hibah dan bansos.

“Manfaat dari aplikasi SAHABAT, pelayanan hibah dan bansos jadi terpola, terstruktur perencanaan hibah dan bansos tiap tahun per anggaran. Lalu tidak terjadinya timpang tindih permohonan. Karena sampai saat ini, masih banyak warga Kota Bogor yang belum mengetahui dan memahami proses pemberian hibah bansos yang benar. Sehingga timbul ketidak percayaan kepada pemerintah. Padahal selama ini, Pemkot Bogor selalu berupaya memberikan pelayanan yang terbaik pada masyarakat dalam hal pemberian hibah dan bansos,” ujarnya.

Ke depan, lanjutnya, pengembangan aplikasi SAHABAT ini, akan terintegrasi dengan Simral dan Sipatuh yang ada di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

“Melalui aplikasi SAHABAT, seluruh masyarakat dan organisasi di Kota Bogor dapat memonitor bagaimana status proposal tersebut. Apakah diterima, ditolak, sedang diverifikasi, dan sebagainya,” ungkapnya.

Sementara, Wali Kota Bogor, Bima Arya yang melaunching aplikasi ini menyampaikan, ada dua konteks dalam pemberian hibah dan bansos yakni kontek darurat dan kontek kemasyarakatan.

Aplikasi SAHABAT lahir dari adanya sejumlah persoalan. Pertama, warga harus paham persyaratan-persyaratan yang harus dimiliki untuk mendapatkan bantuan. Itu prinsip paling utama. Karena seringkali persoalannya sederhana yakni tidak ada status hukumnya dan tidak lengkap persyaratannya. Kedua, mencegah ada faktor-faktor x di sini.

Apa itu faktor x? Ya, ada kepentingan. Bisa jadi kepentingan ekonomi dari oknum-oknum tertentu, kepentingan politik, partai tertentu, atau caleg tertentu, yang berusaha memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.

“Insha Allah dengan adanya SAHABAT itu bisa diminimalisir. SAHABAT ini, intinya memastikan itu. Karena ini tujuannya baik, diprosesnya dengan baik, dan hasilnya juga harus baik. Saya berharap ini bisa meningkatkan kepercayaan warga bahwa sistem ini fair dan adil, karena ada asas keadilan untuk semua,” ucapnya.

Bima juga meminta, untuk memastikan dengan benar organisasi kemasyarakatan yang mengajukan permohonan. Jangan sampai organisasi bodong mendapatkan kucuran bantuan.

“Saya minta betul untuk dipastikan dan prioritaskan yang jelas. Organisasinya jelas, pengurusnya ada, kegiatannya jelas, itu harus dibantu. Jangan sampai ada permainan. Ke depan, aplikasi SAHABAT ini, akan kita evaluasi terus dan kita sempurnakan,” pungkasnya.

(Andi/Mikail)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.