Warga Sentul City Bantah Pengembang Tahan Sertifikat Tanah

0 172
Heibogor.com – Sejumlah warga di perumahan elit Sentul City ikut membantah adanya persoalan terkait dengan sertifikat tanah. Menurut mereka, kalau pun ada sertifikat tanah yang belum diberikan pihak pengembang, dipastikan karena adanya persoalan administrasi yang belum diselesaikan.
Seperti diungkapkan Rosdiaty, warga yang tinggal di Cluster Equator, Senin (4/2/19), bahwa mengenai kepemilikan sertifikat tanahnya tidak ada masalah. Saat itu ia membeli tanah di Sentul City 2006 silam, dan setahun kemudian rumahhya selesai dibangun. Pada tahun 2008 status tanahnya masih Hak Guna Bangunan (HGB). Dibantu pihak pengembang, dua tahun kemudian status kepemilikannya berubah menjadi hak milik.
“Punya saya lancar-lancar saja. Ini buktinya saya bawa. Jadi kalau ada yang bilang pengembang menahan sertifikat, itu bohong. Ini saya bawa bukti-buktinya lengkap. Semua persyaratan sampai munculnya sertifikat saya penuhi semua,” bebernya.
Hal senada diungkapkan Sance Umboh. Warga Cluster Venesia ini bercerita bahwa mulai bermukim di Sentul City sejak tahun 1998. Saat ini itu membeli rumah dengan cara mencicil salama satu setengah tahun. Setelah lunas, dirinya mengurus sertifikat tanah dan tak ada kendala dalam proses pengurusannya.
“Semua syarat saya penuhi. Saya dibantu staf pengembang sampai ke BPN. Saya kejar terus sampai keluar sertifikat hak milik. Gak ada itu yang nahan-nahan,” tuturnya.
Begitu pun yang dikemukakan Henny, warga Cluster Mountain View. Ia menjelaskan membeli rumah di Sentul City pada tahun 2003. Dirinya mencicil selama lima tahun melalui Bank Lippo. Namun, pada tahun ketiga cicilan tersebut dilunasi.
“Setelah lunas, saya mengurus sendiri sertifikatnya. Kira-kira dua bulan sudah keluar sertikatnya. Saya benar-benar dibantu sama staf Sentul City waktu mengurus sertfikat,” ujarnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.