Akibat Ulah Segelintir Warga Sentul City Alami Kerugian Nama Naik, Bantah Pernyataan Ombudsman

0 179
Heibogor.com – Adanya ulah segelintir warga Sentul City yang tidak suka dengan Township Management yang diberlakukan PT Sentul City Tbk, membuat geram mayoritas warga yang tinggal di perumahan elit tersebut.
Pernyataan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya, Teguh Nugroho yang menyatakan 31 orang pelapor tersebut hanya sebagian kecil dari warga Sentul City. Karena diketahui sedikitnya ada enam ribu warga yang diduga mengalami hal serupa, padahal sudah membeli tanah di Sentul City sekitar 20 tahun lalu dan dibantah keras oleh pihak Sentul City.
“Informasi itu bohong dan cenderung menyesatkan. Tunjukan kepada saya data enam ribu warga yang belum memiliki sertifikat. Jika mereka sudah tinggal di Sentul selama 20 tahun, Kami punya data lengkap berapa jumlah yang belum memiliki sertifikat,” ungkap Legal PT Sentul City Tbk, Mitta Nasdik kepada media di Sentul, Senin (4/2/19).
Selama belasan tahun bekerja di Sentul City, dia mengaku memahami betul berbagai persoalan yang berada di sana. Menurutnya, terdapat beberapa masalah mengenai mengapa pembeli tanah dan bangunan di Sentul City belum mendapatkan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) atas tanah dan bangunannya.
“Seperti yang berlaku pada umumnya, sebelum mendapatkan sertifikat HGB itu pembeli harus terlebih dahulu melaksanakan penandatangan Akta Jual Beli (AJB) agar sertifikat HGB atas tanah dan bangunannya dibalik nama atas si pembeli,” jelas Mitta.
Namun, lanjutnya, ada sejumlah pembeli yang terkendala. Antara lain karena pembeli keberatan membayar biaya AJB sebagaimana telah diatur dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB).
“Salah satu contohnya seperti yang terjadi pada ibu Deni Herliana yang berkeberatan membayar BPHTB sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Kabupaten Bogor Nomor 15 Tahun 2010 tentang BPHTB,” tuturnya.
Dikatakan Mitta, jumlah konsumen dengan permasalahan ini tidak lebih dari 20 orang. Tentunya, masih kata Mitta, sangat berbanding terbalik dengan pernyataan Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya yang membuat pernyataan di sejumlah media bahwa jumlah warga Sentul yang tidak memiliki sertifikat hingga mencapai enam ribu.
“Pembeli yang telah diundang untuk melaksanakan AJB, namun tidak memenuhi undangan. Konsumen dengan permasalahan ini tidak lebih dari 20 orang. Terdapat pembeli yang objek PPJB-nya berupa kavling dan di dalam PPJB diatur mengenai kewajiban pembeli untuk membangun sebagai syarat pelaksanaan AJB, namun pembeli belum melaksanakan kewajiban tersebut sehingga belum melakukan AJB. Jumlah konsumen dengan permasalahan ini kurang lebih 400 orang,” beber Trimedi notaris rekanan Sentul City yang mendampingi Mitta.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.