Warga Sentul City Butuhkan Jaminan Keamanan dan Kebersihan

0 220
Heibogor.com – Mayoritas warga di Sentul City, Kabupaten Bogor yang tergabung dalam Paguyuban Warga Sentul City (PWSC) Cinta Damai yang selama ini tidak ada masalah dengan tarif biaya air dan Biaya Pemeliharaan dan Perbaikan Lingkungan (BPPL) yang ditetapkan oleh pihak Pengelola PT Sentul City Tbk melalui anak Perusahaannya PT Sukaputra Graha Cemerlang (SGC), merasa terganggu kenyamanannya dengan keluarnya putusan Mahkamah Agung (MA).
Putusan Mahkamah Agung No.463 K/TUN/2018 tertanggal 11 Oktober 2018 mengenai sengketa administrasi Tata Usaha Negara (TUN) antara pihak pemohon kasasi KWSC dengan Pihak Bupati Kabupaten Bogor dan Sentul City, dimana MA telah mengabulkan permohonan kasasi dari pemohon kasasi KWSC dan membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta dengan putusan No.11/B/2018/PT, TUN.JKT, tanggal 13 Maret 2018 yang membatalkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung No.75/G/2017/PTTUN-BDG tanggal 15 Nopember 2017.
Perwakilan PWSC Cinta Damai di antaranya pembina paguyuban Erfi Triassunu, Ketua Paguyuban Dhani Setiawan, Fatta Hidayat dan Erwin Lebbe mengaku, prihatin dengan adanya putusan MA tersebut. Karena untuk menghormati putusan MA tersebut pasokan distribusi air akan segera dihentikan oleh pihak pengelola SC.
“Bahwa air adalah kebutuhan pokok sehari-hari bagi masyarakat dan warga yang tinggal di lingkungan Sentul City yang harus dipenuhi oleh pihak Pengembang PT Sentul City Tbk melalui anak Perusahaannya PT Sukaputra Graha Cemerlang sesuai dengan pernjanjian yang sudah disepakati di dalam PPJB Township Managemen. Bahwa warga yang tinggal di lingkungan Sentul City sangat membutuhkan jaminan keamanan dan kebersihan serta pelayanan lainnya yang telah disepekati bersama di dalam PPJB mengenai Township Management antara warga dengan PT Sentul City, Tbk/SGC,” beber Erfy Triassunu saat konfrensi pers di Sekretariat PWSC Cinta Damai, Ruko Jungle Land Avengue Blok C, Kawasan Sentul Nirwana, Selasa (29/1/19).
Berdasarkan hasil kesepakatan rapat pengurus inti PWSC itu telah disepakati dan diputuskan, bahwa PWSC Cinta Damai mengimbau kepada para pihak yang bersengketa untuk menghormati putusan MA No.463 K/TUN/2018 tertanggal 11 Oktober 2018 tersebut dan meminta pihak PT Sentul City, Tbk/SGC untuk tetap memberikan jaminan pasokan air kepada warga yang tinggal di lingkungan Sentul City yang tergabung di dalam wadah PWSC Cinta Damai pasca dikeluarkannya putusan MA No.463 K/TUN/2018 tersebut.
“Karena kami selama ini tidak ada masalah dengan tarif yang telah ditetapkan oleh pihak pengelola sesuai dengan kesepakatan yang sudah disepakati didalam PPJB Township Managemen. Kami juga meminta Bupati Bogor dan PDAM Tirta Kahuripan untuk mencarikan solusi dan alternatif yang bijak pasca keputusan MA No.463 K/TUN/2018 tersebut, ini agar pasokan air bersih pada masa transisi ini tetap dialirkan kepada seluruh warga yang tinggal di Perumahan Sentul City khususnya warga yang tergabung dalam PWSC Cinta Damai,” papar Erfy.
Tidak hanya itu, masih kata Erfy, PWSC Cinta Damai juga meminta pihak Ombusdman Jakarta Raya untuk bersikap bijak, jujur, adil dan tidak berpihak kepada salah satu kelompok warga dan membuka diri terhadap masukan-masukan yang disampaikan oleh mayoritas kelompok warga lain yang tinggal di lingkungan Sentul City yang selama ini tidak ada masalah dengan pengelolaan yang dilakukan oleh pihak SC/SGC. Sehingga rekomendasinya tidak merugikan pihak lain yang tidak bermasalah pada masa transisi ini.
“PWSC juga meminta kepada para pihak yang bersengketa untuk menahan diri dan tidak memberikan pernyataan-pernyataan yang kontra produktif dan akan berdampak negatip terhadap nilai investasi di Sentul City,” pungkasnya.
Sementara saat akan menkonfirmasi hal ini kepada pihak PT SC dan PT SGC, belum mendapatkan jawaban.
(Pancamega)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.