Disparbud Tegaskan Anggaran Perawatan Cagar Budaya Terbatas

0 260

Heibogor.com – Kepala Dinas Pariwisata (Disparbud) Kota Bogor, Shahlan Rasyidi mengatakan, bahwa setiap tahun Disparbud mengajukan anggaran untuk perawatan cagar budaya. Tapi karena anggaran terbatas, pengajuan itu belum terealisasi.

“Jadi, bukan dicoret pengajuannya tapi belum ada anggarannya. Tahun sekarang kita ajukan Rp250 juta untuk Batutulis namun hilang karena kekurangan anggaran. Jadi, yang kita prioritas saja hilang terus anggarannya,” kata Syahlan, Kamis (13/12/18).

Ia menuturkan, wilayah Bogor Selatan itu, banyak terdapat situs dan bangunan cagar budaya yang harus di jaga dan dirawat kelestariannya. Begitu juga di wilayah lainnya. Namun, karena keterbatasan anggaran upaya yang dilakukan pun terbatas.

“Walau anggaran kurang kita berharap diprioritaskan. Seperti atap Embah Dalem yang masih pakai terpal kita tidak bisa berbuat banyak. Sekarang apa boleh buat, anggaran tidak ada, semua sudah terjadi. Bantuan yang datang juga dari swadaya kawan-kawan budayawan,” ujarnya.

Meski demikian, lanjut mantan Camat Bogor Selatan itu, upaya yang dilakukan tetap ada di samping melakukan pengawasan. Setiap bulan Disparbud membayar juru pelihara atau kuncen untuk menjaga dan merawat situs maupun bangunan cagar budaya.

“Pak presiden saja akan mengucurkan Rp5 triliun untuk kegiatan kebudayaan di 2019. Kemudian Karawang mengucurkan Rp10 miliar untuk 480 kegiatan di hotel dan rumah makan di luar kegiatan Disparbud-nya. Berarti ada perhatian pemerintah untuk pelestarian budaya,” ungkapnya.

Terkait situs Sumur 7 dan Bunker yang terdampak pembangunan proyek turap, Shahlan mengatakan bahwa pemilik lahan mengaku akan mempertahankan dan menjaganya dengan membuatkan tangga kurang lebih 2,5 meter.

(Andi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.