Freeaktivitas Nobar Luar Bioskop Putar Film Pendek ke 10 Desa di Dramaga

0 887

Heibogor.com – Komunitas film Bogor yang menamakan diri Freeaktivitas Film menggelar acara Luar Bioskop yang dikemas dalam bentuk pemutaran film pendek roadshow di 10 desa yang ada di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor selama 21 hari mulai dari tanggal 20 September sd 10 Oktober 2018.

10 desa tersebut yakni Desa Purwasari, Desa Petir, Desa Sukadamai, Desa Suka Wening, Desa Neglasari, Desa Sinar Sari, Desa Ciherang, Desa Cikarawang, Desa Babakan, dan Desa Dramaga.

Ketua pelaksana, Deni Muhtar mengatakan, film yang akan diputar berjumlah 5-8 film. Pemutarannya dimulai dari pukul 20.00 WIB -22.00 WIB. Film yang diputar pun dipilah terlebih dahulu dan disesuaikan dengan durasi acara, dan ini tidak dipungut biaya alias gratis untuk masyarakat yang ingin menonton.

Deni menjelaskan, ini adalah kegiatan rutin setiap tahun yang sudah memasuki tahun keempat. Luar Bioskop adalah sebuah program yang digagas oleh Freeaktivitas Film dengan format pemutaran alternatif yang di konsep dengan sederhana namun mendeskripsikan identitas pergerakan perfilman Indonesia, khusunya dijalur independen yang hadir di desa-desa khususnya di wilayah Bogor. Sebelumnya, Luar Bioskop telah digelar beberapa kali di beberapa desa. Namun pelaksanaannya masih berfokus pada satu tempat satu penayangan yang tidak berlanjut.

“Di penghujung tahun 2018, kami mengukuhkan diri untuk melaksanakan Luar Bioskop dengan konsep roadshow. Roadshow yang dilakukan untuk kali pertama ini, akan hadir di 10 desa di Kecamatan Dramaga berkolaborasi dengan beberapa komunitas, seperti Potret Leuwiliang, Kelompok Leuwiliang, Dongeng Lagi Dong, dan Bogor Barat Ninyuh,” kata Deni, Rabu (26/9/18).

Tujuan dari kegiatan ini, adalah mengenalkan film-film pendek karya sineas Indonesia kepada masyarakat umum di samping sebagai sarana hiburan yang hadir di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, juga untuk memantik munculnya potensi-potensi baru yang mau berkontribusi untuk sama-sama mengangkat perfilman Indonesia di daerah masing-masing dan tentunya menjadi sebuah referensi bagi para sineas Bogor untuk membuat karya yang terus dikembangkan.

“Sekarang ini, banyak sekali bermunculan tayangan-tayangan kurang mendidik di televisi, youtube, maupun media sosial. Melihat kenyataan tersebut, diharapkan dengan penayangan film-film pendek yang dihadirkan ke desa-desa ini, dapat menjadi sebuah acuan yang mengedukasi serta membangun masyarakat Indonesia yang cerdas dan lebih baik,” harapnya.

(Andi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.