Disdik dan Polresta Bogor Kota Bahas Tawuran Antar Pelajar

0 1.112

Heibogor.com – Guna mengantisipasi terjadinya tawuran pelajar yang akhir-akhir ini sering terjadi, Dinas Pendidikan Kota Bogor bersama Satgas pelajar dan jajaran Polresta Bogor Kota menggelar pertemuan terbatas di Cafe Kedai Kopi Kita, Jalan Ciremai no. 20 Babakan, Bogor Tengah, Kota Bogor, pada Jumat (10/08/18).

Hadir dalam pertemuan ini, Kadisdik Kota Bogor, Fahrudin, Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Syaiffudin Gayo, Sekdis Kota Bogor, jajaran Satgas Pelajar Kota Bogor, Ketua Igora (ikatan guru olah raga), para kepala sekolah (perwakilan), Wakasat Binmas Polresta Bogor, Kanit Reskrim Polsek Bogor Tengah, dan Panit Intelkam Polsek Bogor Tengah.

Adapun pembahasan pada pertemuan tersebut yakni khusus membahas tentang sering terjadinya tawuran antar pelajar di Kota Bogor dan mengantisipasi kejadian serupa di waktu mendatang.

Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Syaiffudin Gayo menyampaikan, perlu adanya koordinasi antara satgas dan Kepolisian agar informasi tentang tawuran pelajar dapat dimonitor oleh jajaran. Di samping itu, sinergritas bersama antara satgas dan para tenaga pelajar dapat ditingkatkan agar dapat mengantisipasi dan menyerap informasi khususnya tentang tawuran antar pelajar.

“Solusi penindakannya, oknum pelajar ditindak tegas, dan apabila ada oknum pelajar tertangkap dapat diserahkan ke Kepolisian agar diproses secara hukum. Apabila dilakukan pembinaan perlu wajib lapor,” jelasnya.

Sementara, Kadisdik Kota Bogor, Fahrudin mengatakan, anggaran dan fasilitas satgas pelajar agar dikaji dan ditinjau ulang. Karena saat ini, anggaran satgas tidak ada.

“Anggaran Satgas untuk operasional dapat diaktifkan kembali seperti tahun-tahun yang lalu yang bersumber dari iuran sekolah dan untuk tahun kedepan agar dimasukan ke APBD,” terangnya.

Fahrudin meneruskan, untuk mempercepat informasi dilapangan akan dibuatkan repeater oleh Disdik Kota Bogor. Selain itu, para guru olah raga (igora) perlu dilibatkan termasuk peran Bhabinmas dan Babinsa untuk turut serta aktif membantu mengantisipasi tawuran. Intinya perlu saling koordinasi dan hilangkan ego sektoral.

“Keterlibatan alumni sangat kental terhadap adik kelasnya dan dihimbau agar para alumni yang bermasalah agar tidak berhubungan dengan para pelajar, dan perlu ketegasan dari pihak sekolah untuk memutus mata rantai alumni,” ucapnya.

Kedepan, sambungnya, dalam pertemuan seperti ini, perlu diundang juga ketua Yayasan pendidikan agar turut hadir dalam pembahasan khusus mengantisipasi tawuran pelajar. Termasuk keterlibatan departemen agama untuk pembinaan mental dan rohani para siswa agar tidak melakukan tawuran.

“Untuk pertemuan selanjutnya akan dijadwalkan kembali bersama jajaran yang lebih lengkap,” pungkasnya.

(Lutfi M)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.