Semangat Hardiknas 2018, Guru Honorer dan Mahasiswa Minta Perhatian Khusus Badra

0 273

Heibogor.com – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), 2 Mei 2018 menjadi refleksi seluruh pegiat dunia pendidikan. Memang sejatinya perbaikan pendidikan tidak terbatas oleh waktu karena senantiasa terus berjalan secara berkelanjutan dari masa ke masa.

Mulai dari nasib kesejahteraan guru honorer hingga persoalan pendidikan karakter bagi pelajar menjadi hal terpenting untuk diberikan perhatian khusus oleh pemangku kebijakan. Terlebih bagi pelajar berprestasi namun kurang mampu dari sisi ekonomi.

Mewujudkan hal itu, pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor nomor urut 3, Bima Arya – Dedie A. Rachim (Badra) menggagas program Bogor Samawa yang konsen terhadap persoalan pendidikan, baik pendidikan untuk kaum ibu, pelajar, maupun guru ngaji.

Di momentum Hardiknas kali ini, program pasangan petahana itu rupanya mendapat sambutan positif dari Angrum Puspasari, salah seorang wanita yang berprofesi sebagai guru honorer di SMP PGRI 2 Kota Bogor. Dirinya amat tertarik dan penasaran terhadap program sekolah untuk kaum ibu.

“Semua programnya sudah bagus, bisa membantu warga Kota Bogor dalam meringankan beban masyarakat dari aspek pendidikan. Cuma tinggal angkanya aja yang pasti, seperti berapa nilai insentifnya. Terus menarik juga yang soal pendidikan untuk kaum ibu,” ujar Angrum, Rabu (02/05/18).

Menurut Angrum, program-program bantuan untuk pendidikan diharapkan dia harus tepat sasaran, merata hingga ke pelosok wilayah Kota Bogor. Sebab, saat ini ia masih banyak mendengar maupun menemukan bantuan-bantuan yang tidak tepat sasaran.

“Yang paling penting tepat sasaran serta merata ke seluruh pelosok wilayah Kota Bogor. Kalau boleh usul, tolong adain juga program sekolah paket B/C. Kan banyak juga anak yang putus sekolah. Di Program Samawa kan untuk anak yang masih sekolah aja, sedangkan yang putus sekolah gimana nasibnya,” saran dia.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Selain mengapresiasi program, Angrum juga merasakan perubahan Kota Bogor saat dipimpin Bima Arya. Terlebih, kali ini berpasangan dengan mantan pejabat KPK, Dedie A. Rachim.

“Iya, periode sebelumnya kan Kang Bima sudah bagus tuh dalam menata kota dan taman. Nah, sekarang tinggal menyejahterakan penduduknya aja sih saya rasa. Pasti kepilih lagi sih menurut saya mah,” terangnya.

Jika pasangan Badra terpilih untuk periode selanjutnya, Angrum berharap kepada keduanya dapat memberikan perhatian lebih terhadap para guru honorer di Kota Bogor yang jumlahnya saat ini diperkirakan mencapai ribuan. Meski tidak bisa diangkat menjadi guru PNS, namun ia hanya menginginkan kesejahteraan guru honorer.

“Tolong diperhatikan lagi kaum guru honorer, minimal disejahterakan meskipun tidak setara dengan PNS. Minimal gaji cukup. Nah, kami harap sih untuk inpasing (proses penyetaraan sertifikat untuk guru) guru honorer dipermudah. Saya rasa gak akan banyak orang nuntut pengen jadi PNS. Semoga aja Kang Bima – Dedie bisa wujudkan itu,” tandasnya.

Selain Angrum, program beasiswa setiap tahun bagi pelajar berprestasi untuk kuliah di universitas, baik dalam dan luar negeri pun turut direspons oleh mahasiswa STIE Kesatuan, Rusdian Saleh. Menurutnya, program tersebut memang sangat dibutuhkan siswa yang memang ingin melanjutkan pendidikannya namun terbentur oleh biaya.

“Sebagai mahasiswa melihat bahwa program beasiswa bagi pelajar berprestasi serta bagi siswa yang kurang mampu untuk melanjutkan pendidikannya ke universitas memang sangat dibutuhkan. Hanya tinggal teknis untuk mendapatkan beasiswanya saja bagaiamana, apakah diajukan atau memang dipilih,” ungkap Rusdi.

Menurut mahasiswa tingkat akhir ini, ada banyak yang perlu diperhatikan oleh pasangan Bima – Dedie jika terpilih dalam kontestasi politik Kepala Daerah Kota Bogor nanti. Rusdi menginginkan pasangan muda tersebut dapat menjadi abdi untuk masyarakat.

“Warga Kota Bogor sebetulnya gak minta yang muluk-muluk. Lancarkan saja segala urusan warga gak mesti penataan kota saja, tapi meningkatkan kualitas pelayanan seperti di Pemkot, BUMD, contohnya pencairan BPJS Ketenagakerjaan, ngurus KTP, akta lahir, paspor, SIM, STNK, NPWP, dan pelayanan rumah sakit. Ya, saya harap bisa lebih ditingkatkan lagi lah. Gimana caranya warga itu gak repot ngurusnya,” pintanya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.