Duh! Macet Empang Bikin Jengkel dan Sakit Kepala

0 449

Heibogor.com – Macet di pertigaan Jalan Raya Empang selalu saja bikin jengkel setiap pengguna jalan. Pasalnya, kawasan tersebut menjadi langganan bagi para pengendara menghadapi kemacetan setiap hari.

Pantauan di lapangan, kemacetan ini terjadi dari pertigaan yang menuju arah Mal BTM-Bondongan Pahlawan kemudian arah BTM-Ciapus. Hal ini dikarenakan maraknya pengguna jalur yang kurang tertib ketika melewati jalur tersebut walaupun sudah diatur oleh Traffic Light atau salah satu warga dan petugas Dishub ataupun polisi.

Menurut warga sekitar Kamal Abdulah (33) mengatakan, kemacetan sering terjadi pada jam-jam tertentu dari pukul 11.00 WIB siang hingga 2 siang. Kendaraan yang menuju arah BTM biasanya dari jalur pertigaan Empang menuju Jembatan Empang panjangnya mencapai sekitar 8 km. Begitu pula pada pukul 5 sore. Kendaraan yang dari arah BTM menuju Ciapus-Bondongan menuju pertigaan Empang sampai tanjakan BTM, sekitar 10 km panjangnya ruas kendaraan yang memenuhi jalan.

“Apalagi saat weekend. Kan lumayan banyak kendaraan yang mau ke arah BNR dari tanjakan BTM ini. Kalau biasanya sih suka ada yang bentrok antara mobil yang dari Ciapus mau menuju arah BTM dan arah Bondongan, selalu berlawanan arah sama mobil yang dari Bondongan menuju arah BTM dan arah Ciapus. Begitu pula dari arah BTM ke Ciapus sama ke arah Bondongan,” tuturnya kepada heibogor.com, Kamis (08/03/18).

Kamal mengatakan, bahwa kemacetan bukan hanya disebabkan lampu merah, melainkan ada pula kendaraan bermotor yang suka terparkir di sisi jalan sehingga menyebabkan ruas jalan menjadi sempit apalagi ditambah dengan adanya bus yang terparkir saat akhir pekan.

“Biasanya suka ada yang iseng dari pengendara, ya. Angkot juga terkadang suka ambil penumpang di pertigaan. Ojek juga suka ada yang ngetem di trotoar, terus biasanya juga pengendara suka buru-buru main lewat saja. Terus yang di lampu merah ada yang berhenti di tempat yang tidak sesuai garis. Bahayanya kalau sudah kecelakaan, lalu tiba-tiba polisi atau warga yang ngatur jalan yang disalahin,” cetusnya.

Warga berharap adanya ketegasan Pemerintah Kota Bogor untuk meminimalisir kemacetan yang sering terjadi di Jalan Raya Empang bukan hanya sekadar janji saja.

“Dulu yang saya dengar pemerintah mau mengganti angkutan umum menjadi bus, saya harap sih bisa konsisten. Namun jika hanya janji-janji saja percuma. Mungkin mereka pusing sama janji mereka, soalnya kalau janji utamanya mau ngatasi macet, ya jalani saja. Yang saya rasain sekarang mereka bilang mau atasi macet, tapi mereka lebih mementingkan yang lain. Macet Empang bikin pusing,” kata salah satu pengendara Beat Street, Irham.

 

(Eggy Ramadhan : Kontributor)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.