Kades Gunung Putri Tertangkap OTT Dugaan Suap Penjualan Tanah

0 916

Heibogor.com – Unit Tipikor Polres Bogor meringkus Kepala Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, yakni MS (58), Selasa (23/01/18) lalu, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) dengan dugaan suap penjualan tanah.

Menurut Kapolres Bogor, AKBP Andi M. Dicky, penangkapan OTT MS terjadi di Rumah Makan Mang Kabayan pada pekan lalu, berdasarkan laporan adanya transaksi penjualan tanah.

“Unit Tipikor Polres Bogor lalu melakukan penyelidikan. Ternyata di rumah makan itu ada MS dan seorang pembeli tanah, IJA. Kades itu meminta uang Rp 20 juta ke IJA dengan alasan pengurusan berbagai dokumen,” kata Kapolres Bogor kepada wartawan, Senin (01/02/18).

Kapolres menuturkan, IJA membeli tanah seluas 470 meter persegi senilai Rp 210 juta di daerah Gunung Putri dari pemilik tanah bernama Herman.

“Ada pertemuan antara saksi IJA dengan MS dan telah kedapatan tertangkap tangan telah menerima uang dalam amplop sebesar Rp 20 juta. Selanjutnya, MS berikut barang bukti uang dan satu buah kalkulator dibawa ke Polres Bogor guna dilakukan pengusutan lebih lanjut atas dugaan penerimaan uang tersebut,” tuturnya.

Dicky pun kembali menambahkan, MS sebagai Kepala Desa bertindak sebagai mediator dalam kasus pengurusan jual beli tanah. Semua negosiasi harga dan penentuan biaya surat-surat ditentukan MS.

“Kades Gunung Putri tidak pernah mempertemukan pihak penjual dengan pembeli dengan tujuan agar mendapatkan keuntungan yang besar dari nilai transaksi jual beli tersebut,” ungkap Dicky.

Dalam operasi tangkap tangan ini, polisi mengamankan barang bukti yakni kalkulator, mobil, dan uang Rp 20 juta, kuitansi, serta 1 unit CPU.

“Pasal yang dipersangkakan yakni pasal 11 dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp 250.000.000, dan pasal 12 huruf a dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1.000.000.000. UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” tandasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.