BPBD Kaji Cepat Data Penyaluran Bantuan Korban Gempa Banten

0 639

Heibogor.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor melakukan pengkajian secara cepat, dalam mendata penyaluran bantuan kepada korban gempa yang terjadi beberapa waktu lalu.

Prosedur bantuan ini sendiri, menurut Kepala BPBD Kabupaten Bogor, Koesparmanto, sudah sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) instansinya. Berdasarkan data yang diperoleh dari bencana alam tersebut, ada 14 kecamatan di wilayah barat Bumi Tegar Beriman yang terdampak gempa. Di antaranya adalah Kecamatan Megamendung, Caringin, Sukaraja, Ciawi, Cijeruk, Nanggung, Sukajaya, Cigombong, Cibungbulang, Jasinga, Rumpin, Pamijahan, dan Sukamakmur.

“Hasil sementara kaji cepat TRC terhadap kejadian tersebut dengan rincian rusak berat sebanyak 33 rumah, rusak sedang 91 rumah, rusak ringan 438 rumah, terancam 43 rumah. Untuk kerusakan fasilitas umum yakni masjid 6 bangunan, sekolah 1, warung 1, penitipan 1, Puskesmas 1, dan MCK 1,” bebernya kepada wartawan, Jumat (26/01/18)

Ia menjelaskan, bahwa tugas yang dilaksanakan ini sudah sesuai Peraturan Daerah (Perda) No. 12 Tahun 2016 tentang pembentukan badan penanggulangan bencana telah sesuai tupoksi. Bahkan terutama saat kejadian dampak gempa bumi pada hari Selasa (23/01/18) lalu, paling banyak berdampak bencana.

“Sampai hari ini, kami tetap melaksanakan kaji cepat terhadap dampak bencana itu dikarenakan masih terdapat para Kepala Desa yang melaporkan kejadian bencana akibat gempa tersebut. Untuk itu, kami sepenuhnya melaksanakan amanah sesuai Perda No. 12. Apabila terdapat warga dan instansi pemerintah yang menyatakan bahwa BPBD lambat dalam melakukan penanganan bencana, hal itu sama sekali tidak benar,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kabupaten Bogor, Sumardi menambahkan, bahwa akibat bencana tersebut, sebanyak 25 desa dari 41 titik lokasi yang tersebar di 14 kecamatan se-Kabupaten Bogor sudah melakukan kaji cepat.

BPBD Kabupaten Bogor melakukan pengkajian secara cepat, dalam mendata penyaluran bantuan kepada korban gempa yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Kami melaksanakan tugas sesuai prosedur dan SOP yang berlaku agar pada saat kami mengeluarkan surat pernyataan bencana (laporan, red) tidak akan salah saji. Data yang kami keluarkan didasarkan sesuai fakta di lapangan. Di samping itu, kaji cepat oleh tim. Kami juga memberikan kebutuhan dasar para korban bencana antara lain beras, mie instan, minyak goreng, terpal, handuk, tikar, famili kit, paket rumah tangga, dan alat dapur,” ungkapnya.

Salah satu contoh hasil kaji cepat kami, kata Kabid Kedaruratan dan Logistik, di Kecamatan Nanggung yang memiliki 11 desa yang terdampak bencana, yakni Desa Malasari, Parakan Muncang, Bantar Karet, Sukaluyu, Cisarua, Curug Bitung, dan Desa Pangkal Jaya.

“Dari hasil kaji cepat kami di Desa Malasari, tepatnya kondisi di Kampung Talahap dengan delapan lokasi yang berdampak bencana dengan rincian rusak ringan sebanyak 39 rumah, rusak sedang 12 rumah, rusak berat 14 rumah, terancam 43 rumah dengan total 108 rumah,” terangnya.

Kaji cepat, tambah dia, sebelum mengeluarkan surat pernyataan bencana, mereka (BPBD, red) akan melakukan koordinasi lintas OPD, kecamatan, dan desa.

“Hal itu dilakukan bahwa kondisi di lapangan, warga yang berdampak terhadap bencana gempa berada di kawasan perkebunan teh, dan sudah kami memberikan bantuan sesuai tupoksi yang diberikan oleh Pemkab Bogor,” tandasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.