Petilasan Mbah Dalem : Tempat Keramat di Tepi Jalan

0 2.030

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Mungkin saya melewati petilasan itu ribuan kali dalam hidup saya dan saking seringnya, sama dengan orang Bogor yang kerap melewati tempat itu, kami hampir tidak pernah memikirkannya. Statusnya hampir sama dengan Gunung Salak yang kami lihat setiap hari, hingga tidak terlalu kami pikirkan. Padahal bisa jadi, orang yang dikeramatkan atas petilasan yang pernah ia diami itu memiliki pengaruh besar terhadap hidup saya dan warga Bogor yang memeluk agama Islam, bisa jadi karena keberadaannyalah kita menikmati agama yang dirahmati Allah itu hari ini.

Dari sekian banyak petilasan di Pulau Jawa, mungkin petilasan Mbah Dalem adalah satu-satunya yang berada di tepi jalan yang ramai. Letaknya di Jalan Lawang Gintung, tepat di tikungan yang memisahkan jalur yang mengarah ke Pamoyanan atau lurus ke arah Jalan Pahlawan. Ia berada selemparan batu dari Istana Batu Tulis, dan bisa jadi tidak banyak yang tahu bahwa petilasan itu memiliki arti yang teramat penting.

Lalu siapa sebenarnya Mbah Dalem? Tidak ada yang tahu persis, namun orang Bogor khususnya yang tinggal di daerah Batu Tulis menganggapnya sebagai seorang tokoh penyebar agama Islam di sekitar Bogor. Sebagian lagi megatakan, konon Mbah Dalem merupakan salah satu senopati kepercayaan eyang Prabu Siliwangi. Tidak ada catatan historis mengenai petilasan itu, hanya cerita turun temurun dari nenek moyang kita yang meyakini kebenaran cerita itu.

Sama halnya dengan petilasan-petilasan yang tersebar di Pulau Jawa, petilasan Mbah Dalem bukanlah sebuah makam, tapi ia diyakini sebagai tempat di mana Mbah Dalem dulu bertapa dan tempat ia mencari ketenangan spiritual. Mbah Dalem sendiri menurut cerita menghilang dan dianggap ‘mohksa’ ke alam gaib, dengan demikian tidak pernah diketahui keberadaannya.

Jika Anda mengunjungi petilasan itu sekarang, Anda akan menemui seorang nenek yang menjadi kuncen yang ditugaskan menjaga petilasan itu, sebuah tugas yang diembannya secara turun temurun. Bau dupa atau kemenyan akan tercium dengan kuat saat Anda memasuki tempat itu, dan jika beruntung, Anda akan melihat beberapa peziarah sedang melakukan ritual atau berdoa di petilasan itu.

Di area makam Mbah Dalem Anda juga bisa mendapati sebuah sumur tua yang dikeramatkan, airnya banyak diambil sebagai media penyembuhan bagi yang mempercayainya dan bagi siapa saja yang ingin hajatnya terkabul.

Situs petilasan Mbah Dalem yang kendati masih menjadi misteri asal-usulnya hingga sekarang tetaplah sebuah cagar budaya penanda kekayaan sejarah Kota Bogor, dan sudah sepatutnya orang Bogor mengunjunginya paling tidak sekali dalam hidupnya. Tentu Anda tidak akan menemui hal-hal gaib atau pengalaman spiritual yang menakjubkan, tapi mengunjungi tempat seperti itu di waktu senggang dapat menumbuhkan kecintaan pada sejarah kota ini.

Lain dari itu, jika Anda datang di pagi hari, dari area petilasan itu menghadap ke petilasan, pemandangannya terlihat spektakuler, Gunung Salak yang menjulang dan terlihat dengan jelas, serta Sungai Cisadane yang seolah berada tepat di bawahnya. Semoga petilasan Mbah Dalem tetap terjaga lestari.

 

(Dudi Irawan)

Tinggalkan Balasan