Kalah Perkara Kasus Sengketa Lahan, Legislatif Anggap Manajemen PDAM Tirta Kahirupan Buruk

0 597
Heibogor.com – Komisi II dan I DPRD Kabupaten Bogor mempertanyakan kinerja Direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kahuripan setelah kalah dalam gugatan di Pengadilan Negeri (PN) Cibinong dalam sengketa lahan di Blok Kupa Cikiara Kampung Geger Bitung RW 04, Desa Cijeruk, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.
“Kami menyesalkan apa yang telah dilakukan oleh Manajemen PDAM Tirta Kahuripan atas amburadulnya pengelolaan aset yang dimiliki dengan telah terbukti di Pengadilan,” kata Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Kukuh Sriwidodo ketika ditemui di ruangannya, Jumat, (08/09/17).
Menurutnya, BUMD yang membidangi masalah air tersebut telah lalai dalam mengelola aset.
“Kami akan konfirmasi kepada Direksi PDAM Tirta Kahuripan terkait aset yang dimiliki, terutama aset tanah untuk segera dilakukan verifikasi,” ujarnya.
Hal senada juga dikatakan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor Yuyud Wahyudin yang menuturkan bahwa pihaknya bersama dengan Komisi I telah mengagendakan untuk memanggil direksi.
“Rencananya Jumat lusa kami akan undang Direksi PDAM untuk dimintai keterangan terkait sejumlah persoalan termasuk adanya 3 ribu pelanggan yang dikelola oleh swasta,” ungkapnya.
Dalam putusannya, Pengadilan Negeri (PN) Cibinong telah mengabulkan sebagian dari gugatan yang diajukan oleh Cece Surkana selaku penggugat pada akhir pekan kemarin.
“Keputusan Majelis Hakim memutuskan dikabulkan sebagian atas gugatan yang diajukan oleh penggugat,” kata Humas PN Cibinong Bambang Setiawan.
Sebelumnya, Kuasa Hukum penggugat, Rosadi mengungkapkan, poin putusannya adalah dikabulkannya tuntutan penggugat atas sah atau tidaknya peralihan hak atas tanah yang disengketakan.
“Kemudian yang kedua adalah bahwa Pengadilan memutuskan sah atau tidaknya atas surat perjanjian yang dilakukan oleh penggugat dengan tergugat. Tetapi dalam dua point tersebut, dalam isi perjanjian pemilik tanah yakni Cece Sukarna mendapatkan keuntungan sebesar 30 persen atas penjualan air yang dihitung perkubik selama beberapa tahun. Tinggal dikonversikan saja,” ungkapnya.
Kuasa hukum dari PDAM Tirta Kahuripan Gregorius Jako menyebut, bahwa pihaknya masih pikir-pikir dalam hasil putusan tersebut.
“Karena putusan pengadilan tidak serta merta harus dijawab dan akan dianalisis dulu, jadi kami belum mengajukan banding,” kata Gregorius.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.