“Senget Pinang” Kaum Wanita Kp. Cimanggu Wates Meriahkan HUT ke-72 RI

0 697

Heibogor.com – Semarak kemerdekaan HUT ke-72 Republik Indonesia yang biasanya identik dengan lomba panjat pinang oleh kaum pria dilakukan berbeda oleh warga Kampung Cimanggu Wates RT 01/RW 05 Kelurahan Kedung Jaya, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Pasalnya, cara yang digunakan untuk mengambil hadiah di atas pohon pinang tersebut bukan dengan memanjat pohonnya, melainkan hanya disenget (disodok) oleh kaum wanita.

Lomba panjat pinang dilakukan dengan cara yang berbeda oleh warga Kampung Cimanggu Wates RT 01/RW 05 Kelurahan Kedung Jaya, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Berdasarkan pantuan heibogor.com, Kamis (17/08/17), dua tiang yang terbuat dari batang bambu setinggi enam meter berdiri lengkap dengan hadiah yang digantung. Ratusan warga pun terlihat antusias menghadiri perlombaan tersebut.

Pembinaan Anak Muda Cimanggu Wates, Taufan Valentino menjelaskan, para peserta lomba menggunakan alat senget berupa bambu lentur yang ujungnya tidak menggunakan pengait berukuran lima meter untuk mengambil hadiah yang digantung di atas pohon pinang tersebut.

Lomba panjat pinang dilakukan dengan cara yang berbeda oleh warga Kampung Cimanggu Wates RT 01/RW 05 Kelurahan Kedung Jaya, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

“Disodok-sodok boleh, kalau jatuh hadiahnya jadi milik pemenang. Pesertanya dibagi per tim yang terdiri dari empat orang. Ada 10 tim yang menjadi peserta dalam perlombaan senget pinang ini. Durasi untuk satu timnya hanya 5 menit. Lomba tersebut akan terus berlangsung sampai hadiah yang mengantung pada tiang habis,” jelasnya.

Dirinya mengatakan, kegiatan senget pinang tersebut juga sudah pernah diadakan di tahun sebelumnya. Menurutnya, lomba tersebut hanya satu-satunya terselenggara di wilayah Kampung Cimanggu Wates. Jumlah peserta yang mengikuti perlombaan di tahun ini pun meningkat dari tahun sebelumnya.

Lomba panjat pinang dilakukan dengan cara yang berbeda oleh warga Kampung Cimanggu Wates RT 01/RW 05 Kelurahan Kedung Jaya, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

“Hadiah utama ada uang tunai, payung, dan peralatan rumah tangga, karena memang pesertanya ibu-ibu. Hadiahnya juga tidak mahal, ini hanya untuk keseruan dari kemerdekaan,” ungkapnya.

Alasan mengapa ibu-ibu menjadi peserta lomba panjat pinang yang secara lumrah didominasi kaum pria, kata dia, karena Kampung Cimanggu Wates ingin menonjolkan kaum wanitanya.

“Kita berikan kesempatan kepada ibu-ibu untuk ikut berlomba dan disaksikan oleh anak-anak beserta keluarganya,” pungkasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.