Kesehatan Gizi Balita Jadi Salah Satu Program Prioritas Dinkes

0 484

Heibogor.com – Indonesia saat ini tengah menghadapi masalah kesehatan yang harus mendapatkan perhatian cukup serius yakni triple burden. Hal ini membuat program kesehatan gizi balita masuk dalam program prioritas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, salah satunya melalui Bulan Penimbangan Balita. Jangan sampai mengenai gizi ini masuk dalam beban ganda pemerintah seperti penyakit menular dan penyakit tidak menular.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinkes Kota Bogor, Rubaeah saat pelaksanaan sosialisasi Bulan Penimbangan Balita (BPB) tingkat Kota Bogor di Ruang Paseban Sri Baduga, Balaikota Bogor, Kamis (27/07/17).

Menurutnya, jika urusan gizi balita merupakan beban pemerintah, maka akan menjadi triple burden (jumlah kelahiran bayi yang masih tinggi, masih dominannya penduduk muda dan jumlah lansia yang terus meningkat).

Kepala Dinkes Kota Bogor, Rubaeah.

Rubaeah menuturkan, bahwa gizi buruk terhadap balita itulah yang harus dicegah. Dalam siklus kehidupan manusia, usia balita merupakan masa yang begitu penting. Pada saat itu, pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan terjadi cukup pesat. Namun, jika terjadi kelainan pada kelompok usia masa ini akan menimbulkan hal serius pada generasi mendatang.

“Setiap tahun pemerintah melaksanakan Bulan Penimbangan Balita. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Agustus dengan melibatkan berbagai pihak agar dapat menjaring lebih banyak sasaran dan dapat mendeteksi secara dini bayi dan balita yang bermasalah dalam pertumbuhan dan perkembangannya,” tuturnya.

Rubaeah menjelaskan, pada tahun 2017 pihak RSUD Kota Bogor menargetkan sasaran Bulan Penimbangan Balita se-Kota Bogor di enam kecamatan dengan jumlah 95.427 balita, di antaranya Bogor Selatan 18.037 balita, Bogor Timur 9.468 balita, Bogor Tengah 9.769 balita, Bogor Barat 21.193 balita, Bogor Utara 17.202 balita dan Tanah Sareal 19.758 balita.

“Berbarengan dengan Bulan Penimbangan Balita, dilakukan juga pemberian kapsul Vitamin A dan monitoring garam beryodium. Sedangkan untuk kegiatan sosialisasi BPB dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kota, kecamatan dan kelurahan,” pungkas Rubaeah.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.