Genjot PAD, Bapenda Minta 5 OPD Lebih Inovatif

0 495

Heibogor.com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor bersama lima dari sebelas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Bogor melakukan Rapat Koordinasi terkait pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai belum mecapai target selama satu semester. Hal tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi dalam rapat yang bertujuan untuk merumuskan solusi bersama dengan OPD terkait.

Sekretaris Bapenda Kota Bogor, R. An-An Andri Hikmat menuturkan, evaluasi tersebut merupakan salah satu agenda rutin di setiap akhir semester. Dalam rapat tersebut nantinya akan menghasilkan rekomendasi dari masing-masing OPD yang tergetnya belum mencapai 50 persen. Kelima OPD yang angka capaiannya di bawah 50 persen ialah Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Perhubungan (Dishub), serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

“PADnya belum mencapai target karena memang ada beberapa kendala,” ungkapnya, Rabu (26/07/17).

Ia menjelaskan, kendala yang dihadapi BPKAD Kota Bogor diakibatkan masih banyaknya masyarakat yang belum membayar asetnya dan perlu dilakukan pendataan serta penagihan. Begitu pun dengan DPUPR Kota Bogor yang penerimaannya masih belum maksimal akibat alat-alat berat yang rusak, sehingga menyebabkan tidak dapat disewa oleh pihak ketiga.

Masih Kata, An-An, sedangkan kendala yang dihadapi Dishub ialah masih adanya kebocoran dalam penerimaan retribusi. Pihaknya pun menyarankan agar tahun depan dishub dapat melaksanakan sistem perparkiran dan diujicobakan menggunakan parking electronic yang pembayarannya melalui e-money.

Sekretaris Bapenda Kota Bogor, R. An-An Andri Hikmat.

“Kami memberikan saran kepada seluruh OPD agar lebih aktif lagi. Jika santai saja, target tidak akan bisa tercapai. Karena Kota Bogor ini kecil, jadi sumber dayanya pun kecil. Inovasi-inovasi terbaru juga dibutuhkan untuk mengoptimalkan pendapatan,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) akan segera melaksanakan sampling secara khusus untuk melakukan pemeriksaan pendapatan di Kota Bogor dengan target 40 persen pajak serta 60 persen retribusi. Hal itu dilakukan karena di daerah lain hasil pemeriksaan rertribusinya banyak yang mengalami kebocoran.

Di samping itu, kata dia, Pemerintah Pusat dan Provinsi pun berharap penerimaan pajak dan retribusi yang seimbang. Begitu juga dengan Kota Bogor yang ke depannya berharap agar sektor retribusi dapat menaikan PAD hingga 15 persen.

“Seluruh OPD nanti akan diperiksa langsung BPK. Jika sudah memenuhi target, mereka akan diminta untuk menjelaskannya. Tapi yang belum pasti akan dipertanyakan,” tandasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.