Danang : Keamananan Harus Segera Ditangani Pemerintah

0 391

Heibogor.com – TNI diminta untuk masuk kembali ke dalam parlemen. Hal itu disampaikan organisasi wartawan Sekretariat Bersama Wartawan Harian Bogor dalam acara buka puasa bersama di halaman kantor Sekber Wartawan Harian dan Elektronik Bogor, Senin (19/06/17).

“TNI adalah alat negara dalam kondisi apa pun. Saat ini, dengan adanya aturan TNI tak boleh berpolitik justru membuat para pensiunan TNI yang berpolitik. Hal itu jadi biang masalah di Republik Indonesia pasca reformasi,” kata Ketua Sekber Wartawan Harian Bogor, Danang Donoroso di hadapan puluhan anggotanya, jajaran Pemkab Bogor, Polres Bogor, Kodim 0621 Suryakencana, dan Korem 061 Suryakencana.

Danang menjelaskan, sebelum reformasi terdapat Fraksi ABRI di parlemen, khususnya di DPR MPR RI.

Organisasi wartawan Sekretariat Bersama Wartawan Harian Bogor menggelar acara buka puasa bersama di halaman Kantor Sekber Wartawan Harian dan Elektronik Bogor, Senin (19/06/17).

“Di dalam fraksi ABRI ini ada juga unsur kepolisian karena dua elemen pertahanan keamanan ini menjadi satu tidak seperti sekarang dipisah-pisah yang juga menjadi biang masalah bangsa,” tegas Danang.

Saat itu, lanjut Danang, dengan kondisi politik justru membuat suasana menjadi kondusif dan aman.

“Tidak seperti sekarang ini, kasus pembunuhan di mana-mana. Soal kekerasan, dulu ada fraksi ABRI termasuk polisi sehingga membuat suasana kondusif. Tapi dengan seperti sekarang ini, ya kondisinya tak menentu,” urai wartawan senior Harian Pelita tersebut.

Saat ini, keamanan menjadi persoalan utama yang belum mampu ditangani pemerintah. Danang memberi contoh, saat ini bom meledak mudah terjadi di keramaian. Belum lagi peristiwa pembunuhan perampokan yang datang silih berganti.

Organisasi wartawan Sekretariat Bersama Wartawan Harian Bogor menggelar acara buka puasa bersama di halaman Kantor Sekber Wartawan Harian dan Elektronik Bogor, Senin (19/06/17).

“Ini membuat pekerjaan polisi menumpuk. Belum selesai peristiwa diungkap, muncul kasus baru serupa,” tegas Danang.

Oleh karena itu, Danang mengimbau kepada para wartawan Bogor khususnya yang tergabung di dalam Sekber untuk tidak membuat berita provokatif yang justru memperkeruh suasana.

“Dengan kondisi bangsa seperti ini, jangan lagi ada wartawan Sekber yang memperkeruh suasana. Dulu kawan saya, narasumber saya seorang kapten dan sekarang sudah menjadi Jenderal setelah 30 tahun. Ini bentuk mitra antara wartawan dengan narasumbernya,” tandasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.